Mimpi Aipda Rohimah: Mengabdi di Muara Gembong hingga Jadi Kapolsek

Jakarta

Aipda Rohimah dianugerahi penghargaan Polisi Berdedikasi Hoegeng Awards 2022. Mpok Imeh, sapaan akrabnya, memiliki keinginan terus mengabdi di kampung halamannya hingga bermimpi menjadi Kapolsek Muara Gembong.

Muara Gembong, Bekasi, adalah kampung halaman Mpok Imeh. Ia melihat di kampung halamannya tersebut masih banyak orang yang membutuhkan bantuan.

“Di Muara Gembong itu memang (ekonominya) rata-rata menengah ke bawah, karena memang kita perkembangan perekonomiannya kurang gitu. Hidup sebagai nelayan, petani tambak, itu pun petani tambak, tambak yang dimiliki bukan warga Muara Gembong. Kebanyakan yang punya orang, kita hanya kuli di Muara Gembong, kuli rumput laut, nelayan pergi ke laut yang mencari kerang, yang membuat terasi, terasi jembret itu dari udang halus seperti itu,” kata Aipda Rohimah dalam program Blak-blakan di detikcom, Kamis (28/7/2022).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aipda Rohimah sebelum bertugas sebagai Kanit Binmas Polsek Muara Gembong pernah bertugas di Polda Metro Jaya hingga mengabdi di Aceh. Sejauh kakinya melangkah, ia mengaku selalu ingat dengan kampung halamannya di Muara Gembong. Ia ingin banyak membantu masyarakat di sekitar kampung halamannya itu.

“Karena kan kita sebelum membahagiakan orang lain, di sekitar pertama kita bahagiakan keluarga, keluarga tetangga, tetangga ke tempat sekitarnya. Kalau sekitarnya sudah mampu, baru kita pindah ke tetangga sebelah. Kalau menurut saya, tugas untuk membantu, menolong, dan berbagi adalah tugas semua orang,” ucapnya.

“Tapi untuk fungsi Bimnas, memang kita kan memang pembinaan masyarakat, memberikan penyuluhan, memberikan pendekatan, pendekatan dengan apa? Berbagi kita bisa dekat, sambang ke tokoh-tokoh agama itu melakukan pendekatan, pembinaan seperti apa? Pembinaan merangkul masyarakat biar lebih dekat dengan cara melakukan kegiatan-kegiatan positif, menebarkan secara humanis,” tambahnya.

Dia kemudian menggagas program Geserin (Gerakan Seribu Koin). Lewat Geserin, ia mengumpulkan uang koin yang terabaikan untuk kemudian disumbangkan ke orang yang membutuhkan dengan dibelikan lebih dulu ke barang seperti sembako.

“Geserin itu saya bagi jadi tiga. Geserin Pahala, Geserin pahala itu uang koin saya belanjakan sembako saya bagikan ke yang membutuhkan. Kedua Geserin Barokah, saya hasil dari sumbangan teman-teman yang satu porsinya itu Rp 10 ribu, itu saya belikan bahan, saya masak sendiri, saya packing sendiri, saya berikan saat selesai Salat Jumat, kebetulan ini rutin. Dan Geserin yang ketiga yaitu Geserin Sayur, juga rutin ini Geserin sayur,” ujarnya.

Kemudian Aipda Rohimah mengungkap mimpi besar lainnya yakni ingin bisa melanjutkan sekolah perwira kepolisian. Ia ingin menunjukkan bahwa ‘polwan kampung' bisa menjadi perwira di Polri.

“Saya pengin sekolah ya, saya ingin menunjukkan bahwa orang kampung pun bisa sukses. Jangan takut dan jangan pesimis bagi orang-orang yang merasa kita jauh dari kota, keramaian atau berbeda dengan dari yang lain, kita orang kampung juga berhak untuk sukses. Saya juga berpesan bagi bapak Kapolri jika saya diberi kesempatan jadikan saya ke jenjang yang lebih tinggi, jadi perwira sekolah, supaya saya bisa lebih-lebih lagi,” ungkapnya.

Aipda Rohimah juga berkeinginan menjadi Kapolsek Muara Gembong. “Alhamdulillah, iya saya pengin banget jadi Kapolsek Muara Gembong,” tegasnya.

(fas/tor)