Nenek Pencopet Viral Akhirnya Ngaji di Pondok Alif Baa Mantrianom

sibnews.info, Banjarnegara – Akhirnya nenek yang baru baru ini viral karena mencopet dan tertangkap di Pasar Mandiraja Banjarnegara dibina dan diajari ngaji di Pondok Pesantren Alif Baa Mantrianom Banjarnegara, diasuh dan dibimbing langsung KH Khayatul Makky dan istrinya.

Untuk diketahui, kejadian yang sempat menyedot perhatian ini terjadi Sabtu, (30/01/2021) sekira pukul 05.45 wib di Pasar Mandiraja, Banjanegara, dimana saksi BW mendengar teriakan copet dari korban bernama RS, yang diketahuinya bahwa perempuan yang disebut nenek RN tangannya masuk ke tas miliknya, mengambil uangnya. Dalam penangkapan sempat tersiar kabar sedikit ada sentuhan fisik.

Rabu (3/2/2021) sore dengan mengenekan celana panjang jeans, nenek berusia sekitar 50 tahunan ini juga memakai baju panjang warna hijau, dan dipadu jilbab panjang hijau tua, nenek RN memasuki gerbang pemeriksaan di halaman Pondok Pesantren Alif Baa, dengan langkah mantap menuju dapur, dimana sehari hari KH Khayatul Makki atau akrab disapa Gus Khayat ini memerima tamunya.

“Sana dulu, bawa ke rumah yang ada pendoponya, nanti kita ngaji disana. Istri saya yang dampingi ngaji dulu. Saya menyusul,” kata Gus Khayat kepada Kapolsek Mandiraja AKP Suyit Munandar yang mendampingi Nenek RN.

Nenek yang mengaku memiliki satu cucu ini langsung menuju tempat yang ditunjuk Gus Khayat. Di ruangan serba putih, dan terdapat sejumlah foto di dalamnya, istri Gus Khayat, Umi Diana sudah siap menyambut nenek itu.

Diawali dengan basmallah, obrolan mengalir begitu cair, tidak tampak menggurui, namun pesan pesan tersampaikan dengan jelas. Umi Diana menekankan dengan tegas, dengan bahasa halus apa saja yang perlu dilakukan oleh nenek RN kedepan, diantaranya hidup sebagai manusia normal, beribadah, mencari nafkah yang halal, dan menghindari jal hal yang dilarang oleh agama.

Bukan hanya itu, nenek RN juga diminta membaca surat Al Fatihah, setelah selesai surat tersebut dibaca, bersama sama dibedah secara sederhana, lalu diminta untuk terus belajar mengaji, karena mengaji tak membatasi usia. “Ngaji niku mboten dibatasi umur bu, sepuh tetep ngaji kagem sangu wonten akhrat nggih bu,” kata Umi Diana.

Gus Khayat mengatakan, Nenek RN sementara ngaji di pondoknya, jika berkenan kedepan bisa membantu memasak untuk santri di pondoknya. “Adanya kasus ini kami prihatin, kami insyaAllah siap menampung nenek RN, dia butuh pendampingan secara rohaninya, kita akan berusaha semaksimal mungkin mengajak mengaji, kalau persoalan ekonomi, kita pekerjakan agar tak ulangi perbuatannya. Di pondok bekerja dan beribadah,” katanya.

Sementara Kapolres Banjarnegara AKBP Fahmi Arifrianto SH SIK MH MSi dalam keterangannya mengatakan, dengan mempertimbangkan berbagai aspek, maka kasus yang menimpa nenek RN dan melibatkan sejumlah pihak diselesaikan secara medias, atau restorasi justice.

“Semua pihak sudah saling menyadari dan saling memaafkan. Semua sudah selesai dengan mediasi. Alhamdulillah Sarsipol kali ini secara bersama juga membantu meringankan beban yang terlibat, baik RN mauoun RS sebagi korban pencopetan,” kata Fahmi.

Nugroho