Ngaku Anggota BIN, Peras Bupati

ngaku anggota bin, peras bupati

PURWOKERTO – Seorang anggota Badan Intelejen Negara (BIN) gadungan bernama Raden Anggrita (65), ditangkap Kepolisian Resort Banyumas. Dia ditangkap saat mencoba melakukan pemerasan kepada Bupati Banyumas Ir H Achmad Husein.

Dengan berdandan rapi layaknya eksekutif, warga Pengadegan, Purbalingga ini awalnya mendatangi Kantor Pemkab Banyumas dan meminta bertemu dengan bupati pada Selasa (15/3). Namun karena sesuatu hal, bupati tidak bisa bertemu dengan orang tesebut dan menyerahkan kepada Sekda. Namun oleh Sekda diminta ke humas.

Saat di humas, Raden Anggrita menyampaikan kepada Kabag Humas Setda Banyumas Agus Nur Hadie bahwa dia anggota BIN yang sedang melakukan penyelidikan dugaan kasus LPJ fiktif.

“Dia (Raden Anggrita) mengatakan jika dugaan kasus tersebut tidak segera diselesaikan, maka bupati beserta jajarannya bisa terseret dalam kasus itu,” kata Agus menceritakan.

Kemudian, lanjut Agus, Raden Anggrita menyarankan jika dugaan kasus tersebut bisa diselesaikan dengan bantuannya. Namun dengan imbalan uang sebesar Rp 25 juta. “Yang bersangkutan meminta seluruh uangnya dalam bentuk tunai,” terang Agus.

Agus yang sudah merasa curiga terus memancing pria yang diketahui terganggu pendengarannya. Agus melayani percakapan untuk mengulur waktu. Dia kemudian memberitahukan kejadian tersebut kepada pihak Kejari Banyumas, Kejari Purwokerto, Anggota BIN Banyumas, Kesbangpol dan Mapolres Banyumas.

Tidak berselang lama, beberapa pihak yang telah dihubunginya datang ke pemkab dan terlibat obrolan dengan Raden Anggrita. Awalnya dia bergeming ketika pihak Kejari Purwokerto datang. Namun setelah pihak Kejari Banyumas, BIN, Kebangpol dan Mapolres Banyumas datang, Raden Anggrita tidak banyak bicara lagi.

“Dia sempat mengancam akan melaporkan ke atasan dan KPK kepada semua yang berada di ruangan humas. Dia juga sempat mengaku pernah membantu kejadian yang sama di kota Bogor. Karena sudah dianggap sangat meresahkan atas percobaan penipuan, yang bersangkutan ditangkap dan digiring ke Mapolres Banyumas,” jelasnya.

Atas kejadian tersebut, Agus mengimbau kepada seluruh warga Banyumas untuk waspada atas segala bentuk penipuan. “Saat ini banyak sekali penipuan dengan modus yang berbeda-beda. Mulai dari pemerasan atas sebuah kasus seperti yang terjadi kali ini, sampai modus pencatutan nama salah satu kepala dinas di Banyumas,” himbaunya.

Kasatreskrim Polres Banyumas AKP Andi Kadesma melalui KBO Reskrim Ipda Benny Timor mengatakan, pihaknya masih melakukan penyidikan. “Kami masih memeriksa yang diduga pelaku dan belum menetapkan sebagai tersangka. Soalnya kita masih melakukan pemeriksaan kepada saksi-saksi,” katanya. (why/ali/sus)

Sumber: