OJK Purwokerto Pastikan Perbankan Masih Stabil

ojk purwokerto pastikan perbankan masih stabil

ojk 2

Terkait Beredarnya Informasi Hoaks Perbankan

PURWOKERTO-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Purwokerto memastikan dana nasabah perbankan masih aman. Hal itu berkaitan dengan viralnya berita lama terkait kondisi beberapa bank saat ini yang ternyata hoaks. OJK Purwokerto juga memastikan kondisi industri perbankan saat ini masih dalam kondisi stabil dan terjaga. Termasuk untuk mengantisipasi hal tersebut dimanfaatkan oknum yang tidak beretika sebagai marketing gimmick untuk menarik nasabah bank.

Sebagaimana yang telah disampaikan kepada masyarakat melalui Siaran Pers OJK No. SP 41/DHMS/OJK/VI/2020 bahwa hingga posisi April 2020 rasio-rasio keuangan industri perbankan nasional berada dalam batas aman (treshold), antara lain permodalan (CAR) 22,13%, kredit bermasalah (NPL) gross 2,89 % (NPL Net 1,09%) dan kecukupan likuiditas yaitu rasio alat likuid/non-core deposit dan alat likuid/DPK terpantau pada level 117,8% dan 25,14%, jauh di atas threshold masing-masing sebesar 50% dan 10%.

Selain itu, kondisi hal sama ditunjukan perbankan di eks Karesidenan Banyumas sampai April, kredit masih mengalami pertumbuhan sebesar 6,41% secara yoy, DPK sebesar 9,73% yoy dan NPL gross masih terjaga di 3,47%.

Berkaitan dengan itu, Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Purwokerto, Sumarlan mengaku sudah melakukan koordinasi dengan seluruh Lembaga Jasa Keuangan (LJK). Baik Perbankan maupun non Perbankan, di wilayah eks Karesidenan Banyumas melalui Forum Industri Jasa Keuangan (FKIJK).

“Kami tekankan agar terus menjalin sinergi antar sesama LJK. Sehingga saling memperkuat dalam kegiatan operasional masing-masing LJK,” katanya.

OJK juga mengimbau agar LJK memberikan edukasi yang komprehensif kepada nasabah, baik debitur maupun penyimpan dana. Maksudnya agar masyarakat tidak panik dengan banyaknya isu negatif yang beredar saat ini sehingga diharapkan suasana kondusif tetap terjaga.

Berdasarkan Siaran Pers OJK No. SP 43/DHMS/OJK/VI/2020, dapat diinformasikan bahwa OJK telah menerima pernyataan Kookmin Bank untuk menjadi Pemegang Saham Pengendali Mayoritas dengan mengambil alih kepemilikan sekurang-kurangnya 51% saham Bank Bukopin.

Kookmin Bank saat ini tercatat sebagai peringkat 10 besar Bank di Asia, dengan total aset per 31 Desember 2019 mencapai sebesar Rp 4.675 Triliun, akan memperkuat permodalan Bank, mendukung likuiditas dan pengembangan bisnis bank di Indonesia.

Kookmin Bank saat ini telah menyediakan sejumlah dana di escrow account untuk menjadi pemegang saham pengendali. OJK menyambut baik rencana Kookmin Bank yang akan memperkuat permodalan dan tata kelola Bank Bukopin. Hal tersebut mencerminkan kepercayaan investor terhadap kinerja industri perbankan dan prospek perekonomian nasional.

“Untuk itu, OJK mengharapkan masyarakat tetap tenang dan tidak mudah percaya informasi-informasi hoax serta melakukan transaksi perbankan secara wajar. Apabila masyarakat membutuhkan informasi mengenai sektor jasa keuangan dapat menghubungi Kontak OJK 157 atau melalui aplikasi Whatsapp (WA) di nomor 081 157 157 157,” pungkasnya.(*)

Sumber: