Operasional RPH Belum Optimal

operasional rph belum optimal

Jagal Belum Terbiasa Alat Baru

PURWOKERTO – Meski sudah beroperasi sejak pertengahan Februari lalu, operasional Rumah Potong Hewan (RPH) Tambaksari masih belum optimal. Sampai saat ini optimalisasi masih terus dilakukan pemkab melalui beberapa hal, termasuk melakukan penyesuaian pola baru.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Banyumas Widarso mengatakan, kebanyakan jagal saat ini masih belum terbiasa dengan pola di RPH baru karena sebelumnya pemotongan hewan ternak dilakukan secara manual.

“Saat ini peralatan baru masih butuh penyesuaian, karena alat potong menggunakan peralatan semi modern, ” katanya.

Dari data yang ada, per hari RPH Tambaksari baru mampu melakukan pemotongan hewan sebanyak 10-15 ekor. Padahal kapasitas maksimal di RPH mencapai 50 ekor per hari.

Widarso menambahkan, selain penyesuaian metode baru, Dinnakkan juga masih berupaya untuk mengundang sejumlah investor pengolah daging ke Banyumas. Pasalnya, selama ini operasional RPH di Banyumas hanya dimanfaatkan oleh masyarakat lokal.

“Kita sudah berkoordinasi dengan BPMPP, namun nampaknya investor belum tertarik karena mungkin terkait lokasi yang berdampak pada biaya operasional seperti transportasi, ” jelasnya.

Dia masih mengupayakan optimalisasi dengan seluruh stakeholder dan investor yang ada di Banyumas. Selain itu, Pemkab Banyumas juga mewajibkan seluruh stakeholder untuk memotong hewan di RPH.

Penyempurnaan RPH juga terus dilakukan. Sampai saat ini Dinnakkan masih melakukan persiapan untuk proses pembangunan lanjutan RPH Tambaksari.

Widarso mengatakan, secara umum pembangunan yang akan dilakukan tidak akan mengganggu operasional. Pasalnya, pembangunan yang akan dilakukan hanya pembangunan sarana pendukung seperti pagar keliling, ruang pertemuan, hingga pavingisasi jalan. “Secepatnya akan kita kirimkan ke ULP untuk lelang,” imbuh Widarso.

Tahun ini pembangunan tahap III RPH Tambaksari difokuskan untuk melengkapi bangunan, seperti tembok keliling di bagian belakang RPH, rumah kompos untuk limbah padat, serta pavingisasi untuk akses jalan. Rencananya, masih ada dua tahap lagi untuk menyempurnakan bangunan RPH Tambaksari.

Untuk alokasi anggaran untuk pembangunan RPH tahap III, mencapai Rp 1,5 miliar yang berasal dari DAK luncuran tahun 2015, serta DAK tahun 2016. (bay/sus)

Sumber: