Parkir di Jalan HR Bunyamin Purwokerto Semrawut

parkir di jalan hr bunyamin purwokerto semrawut

Badan Jalan Dipakai Parkir

PURWOKERTO-Penataan kota Purwokerto terus dilakukan. Terutama dalam soal ketertiban berlalulintas paska 12 persimpangan di pasang ACTS yang memiliki e-cctv. Namun, satu ruas jalan yang merupakan jalan utama di Purwokerto yaitu Jalan HR Bunyamin masih sangat semrawut. Terutama dalam penataan parkir.

Pantauan Radar Banyumas, hampir seluruh ruas badan jalan HR Bunyamin dipakai untuk parkir. Baik itu siang ataupun malam hari. Bahkan, di Simpang Pasar Glempang, tepatnya di sekitar Lapangan Glempang, Bancarkembar kondisi parkir di malam hari sangat membahayakan.

parkir pembeli pkl di jalan hr bunyamin saat malam 1

Selain karena badan jalan di pakai untuk parkir di simpang pasar Glempang, lokasinya juga sangat dekat dengan perempatan lampu merah. Bahkan, kendaraan yang parkir adalah kendaraan yang akan mencari makan ke para pedagang kaki lima (PKL).

Wilayah Simpang Pasar Glempang sendiri sangat membutuhkan ruang perkir kendaraan. Sebab, beberapa pengguna jalan yang melintas sering mengeluh parkir di tepi jalan, terutama di jam-jam malam dan jam tertentu.

“Saya pulang kerja menjelang Maghrib, di situ pasti ramai jalannya,” kata warga Purwokerto Utara, Ratnawati yang sering lewat Simpang Pasar Glempang saat sore menjelang Maghrib dan merasa harus melaju perlahan.

Diakuinya, pada jam-jam tersebut, waktunya pedagang kaki lima (PKL) di trotoar Lapangan Glempang berjualan. Wanita yang akrab disapa Rara itu pun kembali mengeluhkan pada waktunya makan malam. Banyaknya masyarakat yang membeli makanan di daerah trotoar Lapangan Glempang, dan memarkir kendaraannya baik motor atau mobil menjadi penyebab macet di Jalan HR Bunyamin, terutama di Simpang Pasar Glempang.

“Kalau malam di dekat Unsoed juga ada PKL yang berjualan di trotoar,” ujar pengguna jalan lain yang melintas di Jalan HR Bunyamin, Satrio.

Karenanya, dia mendesak agar dari pihak terkait memberikan teguran. Menurutnya, itu sudah masuk parkir liar karena menggunakan badan jalan di bagian tepi untuk parkir kendaran. Padahal, fungsi dari jalan merupakan fasilitas umum yang dapat digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Satrio pun mengharapkan, ada lahan parkir khusus untuk kendaraan, terutama di sekitar Lapangan Glempang.

“Jangan nambah bangunan tapi tidak ada lahan parkir, semakin memacetkan jalan,” tuturnya.

Ditambahkannya, untuk menertibkan parkir yang menurutnya susah, perlu ada kordinasi beberapa pihak seperti masyarakat, juru parkir dan pihak terkait.

Menyikapi hal itu, pihak Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perparkiran Dinas Perhubungan (Dinhub) Kabupaten Banyumas belum dapat memastikan untuk penetapan lahan parkir. Kepala UPT Perparkiran Dinhub Kabupaten Banyumas, Turyanto Wahyudi menyampaikan, pihaknya akan melakukan survei terlebih dahulu.

“Belum tahu kapan akan dilaksanakan surveinya, karena masih harus dilakukan kordinasi dengan pihak terkait,” ujarnya.

Turyanto menturkan, hingga saat ini belum ada laporan masuk untuk kesremawutan arus lalu lintas di Simpang Pasar Glempang, yang disebabkan kendaraan parkir di tepi jalan. Untuk pelaksanaan survei tersebut, perlu adanya dukungan dari berbagai pihak.

Selain itu, untuk penentuan adanya lahan parkir juga belum dapat dipastikan karena harus melihat kondisi dahulu di lapangan. Dan salah satu upaya atau langkah awal yang akan dilakukan UPT Perparkiran Dinhub Kabupaten Banyumas, akan memasang rambu larangan parkir.

“Setelah survei, jika memang harus dipasang rambu larangan parkir, maka dari bidang yang bersangkutan akan dikordinasikan untuk memasangnya di Simpang Pasar Glempang,” tuturnya.

Ia pun mengharapkan pada pihak terkait lainnya, dalam hal ini tukang parkir agar menjaga ketertiban bersama. Jika ada tanda larangan parkir, agar tidak mengarahkan kendaraan untuk parkir di tempat larangan tersebut. (ely/ttg)

Sumber: