Pejabat Harus Siap Dimutasi

pejabat harus siap dimutasi

Salah Satu Komitmen Pada Bupati

PURWOKERTO – Delapan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama atau eselon II di lingkungan Pemkab Banyumas dirolling atau dimutasi. Rolling sejumlah pejabat dilakukan Bupati Banyumas Ir H Achmad Husein di Pendopo Si Panji, Rabu (27/1).

Kepala Badan Kepegawaian Kabupaten Banyumas Achmad Supartono mengatakan, delapan eselon II yang dimutasi yakni Sekretaris DPRD Drs Yunianto MM yang dimutasi menjadi Kepala Dinperindagkop, Kepala Denpirandakop Ir Djoko Wikanto MM menjadi Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, dan untuk jabatan Sekwan dijabat oleh Srie Yono yang sebelumnya Kepala Satpol PP.

Jabatan Ka Satpol PP yang ditinggalkan Srie Yono diisi Drs Imam Pamungkas Bambang Nugroho MM, yang semula Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik dan Plt BLH diisi oleh Suyanto SH MH yang sebelumnya Staf Ahli Bidang Pemerintahan.

“Di lingkup pertanian, Kepala Bapeluh KP Ir Widarso dimutasikan menjadi Kepala Dinakan, Kepala Dinakan Ir Sugiyatno MM menjadi Staf Ahli Bidang Pemerintahan. Sementara Kepala Bapeluh KP diisi oleh Ir Wisnu Hermawanto MP yang sebelumnya menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM,” kata Supartono dalam sambutannya.

Selain eselon II, Supartono mengatakan, ada 66 pejabat dari tingkat dibawahnya yang juga dimutasi. Yakni Pejabat Administrator atau eselon III, Pejabat Pengawas atau eselon IV dan Pejabat Pelaksana atau eselon V.

Sementara di jajaran eselon III yang dimutasi antara lain dilingkup camat dan Kabag. Yaitu Kabag Pemerintahan yang dijabat oleh Agus Supriyanto SIP MSi diganti Drs Wahyu Dewanto MSi yang sebelumnya Sekretaris Dinperindagkop, Kabag Kesra Warsiadi Purwandono diganti Fatikul Ikhsan yang sebelumnya Camat Ajibarang.

“Untuk Camat Ajibarang diganti Camat Cilongok Alex Wibawa Manurung, Camat Cilongok diganti Camat Wangon Sujarwoto SH MH, dan Camat Wangon diisi Camat Lumbir Wisnu Budi Santoso. “Camat Lumbir posisinya masih kosong,” ujar dia.

Bupati Banyumas Ir Achmad Husein dalam sambutannya menyampaikan, mutasi adalah hal biasa tidak perlu merasa resah dan kecewa dan dipermasalahkan karena tujuan bekerja sebagaimana yang tercantum dalam hymne abdi praja yakni mengabdi kepada nusa dan bangsa.

“Kalau kita melaksanakan apa yang tercantum dalam hymne abdi praja, yaitu bersumpah setia untuk mengabdi dan melindungi serta mengayomi bangsa dan negara serta akan mengerahkan seluruh daya untuk bekerja. Maka dimanapun kita berada akan bekerja dengan sebaik-baiknya” jelasnya.

Husein mengatakan, mutasi di jajaran eselon II sudah melalui proses dan tahapan sesuai ketentuan aturan yang berlaku. Yaitu melalui tahapan tes dengan panitia seleksi yang terdiri dari orang-orang yang memiliki komitmen tinggi. “Tidak perlu diragukan. Pansel terdiri dari Prof dan DR yang bekompeten, yaitu Prof Paulus Israwan, Dr Nana Sutikna, dan Prof Agus Suroso,” imbuhnya.

Husein meminta agar para pejabat yang baru dilantik untuk membuat komitmen akan mencapai target tertentu dan prestasi. Dalam waktu satu minggu, para eselon II diminta untuk membuat minimal lima komitmen. Tentang target apa yang akan diraih atau dikerjakan dan hasilnya apa, serta prestasi apa yang akan diraih.

“Misalnya Dinperindagkop jumlah tenaga kerja dari sektor UMKM yang diserap tahun ini akan lebih banyak dari tahun lalu, serta komitmen siap menerima sanksi apabila tidak dapat mencapai target yang dibuat salah satu di antaranya adalah dimutasi lagi,” kata Husein mencontohkan.

Husein berharap para pejabat yang baru dilantik menjadi pejabat yang membanggakan masyarakat. “Apapun posisinya, saya berharap untuk dapat mencurahkan seluruh daya dan untuk memakmurkan rakyat Banyumas dan menjadi kebanggaan masyarakat Banyumas,” harapnya. (why/sus)

Sumber: