Pembahasan RDTRK Dikebut

pembahasan rdtrk dikebut

purwokerto copyDisesuaikan Program Pembangunan

PURWOKERTO – Nasib Raperda Rencana Detail Tata Ruang Kawasan (RDTRK) Perkotaan Purwokerto masih belum jelas. Sampai saat ini, panitia khusus (pansus) RDTRK masih terus melakukan pembahasan pasal per pasal.

Ketua Pansus RDTRK, Subagyo mengatakan, permasalahan yang muncul dalam pembahasan RDTRK cukup komplek. Pasalnya, RDTRK baru perlu disesuaikan dengan rencana atau program pembangunan baik dari kabupaten, provinsi maupun pusat.

“Saat ini masih banyak yang harus diselesaikan secara internal. Misalnya ada rencana pembuatan busway dari Purbalingga ke Purwokerto. Di dalam konsep RDTRK kan tidak ada. Kemarin dari Purbalingga juga kesini (tim, red), sehingga memang perlu dibahas lagi,” katanya.

Menurutnya, program pembangunan busway (BRT) perlu disesuaikan dengan konsep RDTRK. Seperti pembangunan koridor yang akan dijadikan halte, serta rute yang akan dilewati.

Tidak hanya itu, program lain seperti aktivasi kereta api Purwokerto-Wonosobo juga perlu dimasukkan dalam RDTRK. Karena merupakan program yang baru muncul di 2015. “Semua itu merupakan program jangka panjang, sehingga harus disesuaikan dengan kondisi di Banyumas saat ini,” ujarnya.

Terkait batas wilayah juga masih menjadi perdebatan. Jika menggunakan metode koordinat, harus ditentukan melalui titik geografis. Namun jika menggunakan metode batas alam, dapat banyak mendapat respon masyarakat.

“Itu yang selama ini masih menjadi tarik ulur dalam pembahasan,” katanya.

Namun Subagyo berupaya menyelesaikan raperda RDTRK tahun ini. Sehingga ke depan tidak menghambat proyek pembangunan. “Tahun ini harus selesai, saya secara pribadi juga sudah capek,” tandasnya. (why/sus)

Sumber: