Pemprov DKI Tunggu Surat dari KAI Tertibkan Lokalisasi Gunung Antang

Jakarta

Lokalisasi di Gunung Antang, Jakarta Timur, bakal ditertibkan untuk pengembangan Stasiun Matraman. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan penggusuran menjadi kewenangan PT KAI karena lokalisasi berdiri di atas lahan PT KAI.

“Lokalisasi di Gunung Antang itu kan lahan milik KAI. Sampai hari ini kami belum terima surat dari KAI terkait penertiban,” kata Riza kepada wartawan, Kamis (28/7/2022).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Riza mengakui Pemprov DKI menerima permintaan dari warga untuk membongkar lokasi lokalisasi tersebut. Meski begitu, pihaknya tetap berkoordinasi terlebih dahulu kepada PT KAI selaku pemilik lahan.

“Kita harus saling menghormati tidak bisa serta merta. Kita harus carikan solusi, ada permintaan dari warga agar lokalisasi tersebut dibersihkan,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa mengatakan penertiban lokalisasi Gunung Antang dijadwalkan pada Juli 2022.

“Sebenarnya ini ke depannya akan masuk area penataan untuk kepentingan double double track. Tapi tahapannya masih membutuhkan waktu,” ujar Eva.

Selain berkoordinasi dengan Pemkot Jaktim, pihak PT KAI akan menyampaikan sosialisasi langsung ke warga dan pengiriman surat pemberitahuan.

Warga di sekitar lokalisasi menjelaskan awal mula isu penggusuran Gunung Antang mencuat. Menurut warga, wacana penggusuran ini terkait masalah pribadi yang terjadi antara penghuni lokalisasi dan warga di sekitar.

“Jadi awalnya nyuri kotak amal di kampung warga, ketahuan terus digebukin. Teman-temannya nggak terima, nyerang balik warga dan jadi rame,” kata salah satu warga kepada detikcom.

Insiden tersebut memicu tawuran yang cukup besar. Sebelumnya warga sudah mengaku resah atas aktivitas prostitusi di lokalisasi Gunung Antang.

(taa/idn)