Pencaker di Banyumas Membludak Usai Lulusan

pencaker di banyumas membludak usai lulusan

pencaker-membludak

PURWOKERTO-Sejak pengumuman kelulusan SMA dan SMK sederajat, 7 Mei lalu, Pencari Kerja (Pencaker) di Banyumas membludak. Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Banyumas mencatat, selama Mei ini, tercatat Pencaker telah menembus angka 2.430 orang.

Menurut Kepala Dinsosnakertrans Abdulah Muhammad melalui Alanis Perluasan dan Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri (PPTKDN) Daryono mengemukakan, lonjakan Pencaker bertambah 100 kali lipat lebih dari bulan sebelumnya. “Bulan April Pencaker tercatat hanya 559, sedangkan bulan Mei sampai 2.430 orang, kata Daryono pada Radar Banyumas Kamis (26/5) kemarin.

“Jumlah lonjakkan Pencaker juga jauh lebih tinggi pada bulan yang sama pada 2015 lalu. Mei 2015 hanya 1.632 orang,” ujarnya.

Membludaknya Pencaker pada Mei 2016 ini disinyalir karena lulusan baru SMA dan SMK sederajat. Ditambah lulusan perguruan tinggi di Banyumas dan orang yang memperbarui pekerjaan setelah kena PHK besar-besaran pada 2015 lalu. “Yang paling dominan dari lulusan baru, sisanya Pencaker yang ingin memperbarui pekerjaannya, ” ucapnya.

Dikatakan Daryono, untuk menghadapi membludaknya Pencaker, pihaknya menyampaikan berulangkali merekomendasikan Pemkab untuk terbuka pada investor untuk menyerap Pencaker Banyumas sebanyak-banyaknya.

“Kami akan usulkan ke Pemkab untuk tidak terlalu mempersulit investor masuk ke Banyumas. Asal fasilitas untuk karyawan sesuai aturan. Hal ini sangat membantu pencaker, agar tidak bertumpuk di kota-kota besar saja. Masyarakat Banyumas dapat bekerja lebih dekat,” tuturnya.

Selanjutnya, kata Daryono, pihaknya akan memaksimalkan BKK yang ada di SMA dan SMK sederajat dan perguruan tinggi, hal tersebut untuk menanggulangi penumpukan pemohon pembuatan kartu kuning di Dinsos. “Dari 37 BKK di sekolah, yang aktif baru 3 BKK saja. Kami akan dorong dan usulkan bantuan, jika ada anggaran, untuk BKK sekolah dan perguruan tinggi dapat melengkapi fasilitasnya. Untuk mempermudah peengisian permohonan syarat pencaker. Jadi di sini tinggal ngeprint saja, ” ungkapnya.

Ia menargetkan seluruh BKK di sekolah dan perguruan tinggi dapat beroprasi pada tahun 2016 ini. “Semoga tercapai, ini untuk kemudahan Pencaker, ” pungkasnya. (hen/acd)

Sumber:

Pencaker di Banyumas Membludak Usai Lulusan

pencaker di banyumas membludak usai lulusan

pencaker-membludak

PURWOKERTO-Sejak pengumuman kelulusan SMA dan SMK sederajat, 7 Mei lalu, Pencari Kerja (Pencaker) di Banyumas membludak. Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Banyumas mencatat, selama Mei ini, tercatat Pencaker telah menembus angka 2.430 orang.

Menurut Kepala Dinsosnakertrans Abdulah Muhammad melalui Alanis Perluasan dan Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri (PPTKDN) Daryono mengemukakan, lonjakan Pencaker bertambah 100 kali lipat lebih dari bulan sebelumnya. “Bulan April Pencaker tercatat hanya 559, sedangkan bulan Mei sampai 2.430 orang, kata Daryono pada Radar Banyumas Kamis (26/5) kemarin.

“Jumlah lonjakkan Pencaker juga jauh lebih tinggi pada bulan yang sama pada 2015 lalu. Mei 2015 hanya 1.632 orang,” ujarnya.

Membludaknya Pencaker pada Mei 2016 ini disinyalir karena lulusan baru SMA dan SMK sederajat. Ditambah lulusan perguruan tinggi di Banyumas dan orang yang memperbarui pekerjaan setelah kena PHK besar-besaran pada 2015 lalu. “Yang paling dominan dari lulusan baru, sisanya Pencaker yang ingin memperbarui pekerjaannya, ” ucapnya.

Dikatakan Daryono, untuk menghadapi membludaknya Pencaker, pihaknya menyampaikan berulangkali merekomendasikan Pemkab untuk terbuka pada investor untuk menyerap Pencaker Banyumas sebanyak-banyaknya.

“Kami akan usulkan ke Pemkab untuk tidak terlalu mempersulit investor masuk ke Banyumas. Asal fasilitas untuk karyawan sesuai aturan. Hal ini sangat membantu pencaker, agar tidak bertumpuk di kota-kota besar saja. Masyarakat Banyumas dapat bekerja lebih dekat,” tuturnya.

Selanjutnya, kata Daryono, pihaknya akan memaksimalkan BKK yang ada di SMA dan SMK sederajat dan perguruan tinggi, hal tersebut untuk menanggulangi penumpukan pemohon pembuatan kartu kuning di Dinsos. “Dari 37 BKK di sekolah, yang aktif baru 3 BKK saja. Kami akan dorong dan usulkan bantuan, jika ada anggaran, untuk BKK sekolah dan perguruan tinggi dapat melengkapi fasilitasnya. Untuk mempermudah peengisian permohonan syarat pencaker. Jadi di sini tinggal ngeprint saja, ” ungkapnya.

Ia menargetkan seluruh BKK di sekolah dan perguruan tinggi dapat beroprasi pada tahun 2016 ini. “Semoga tercapai, ini untuk kemudahan Pencaker, ” pungkasnya. (hen/acd)

Sumber: