Pengacara Luruskan Kabar Ortu Bharada E Disekap: Di Tempat Aman

Jakarta

Pengacara keluarga Brigadir Yosua Hutabarat, Kamaruddin Simanjuntak, mengaku mendapat informasi bahwa orang tua Bharada Richard Eliezer atau Bharada E diamankan di Mako Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok. Kabar ini lalu diluruskan oleh pengacara Bharada Eliezer.

Versi Pengacara Brigadir Yosua

Kamaruddin menyebut dialah yang meminta agar orang tua Bharada Eliezer diperiksa terkait dugaan menerima transferan uang. Menurutnya, ortu Bharada Eliezer saat itu lalu dibawa ke Mako Brimob.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sejak ini kasus mencuat, waktu itu saya minta supaya diperiksa keluarganya (Bharada E) berapa diterima atau diduga berapa ditransfer, kan begitu. Atas perkataan saya itu, orang tuanya langsung diamankan di Mako Brimob Kelapa Dua, infonya begitu, info intelijen,” kata Kamaruddin kepada wartawan, Rabu (24/8/2022).

“Jadi ada info intelijen, begitu saya katakan libatkan PPATK lacak uangnya ke mana saja, apakah ada keluarganya terima, itu si orang tuanya langsung dibawa ke Mako Brimob Kelapa Dua,” tambahnya.

Kamaruddin enggan mengungkap sosok intelijen yang dimaksudnya memberi informasi tersebut. Namun ia meyakini bahwa orang tua Bharada E dibawa dari rumahnya di Kecamatan Mapanget, Manado, Sulawesi Selatan, ke Mako Brimob Polri di Depok pada minggu lalu.

“Infonya minggu lalu, saya klarifikasi minggu lalu dan sampai minggu lalu dia masih di sana (Mako Brimob) katanya. Tapi apakah minggu ini masih di sana, saya nggak dapat perkembangan, ya,” ucapnya.

Versi Pengacara Bharada Eliezer

Dihubungi terpisah, pengacara Bharada E, Ronny Talapessy, menyebut orang tua kliennya berada di tempat yang aman. Ronny enggan mengungkap keberadaan orang tua Bharada E apakah di rumahnya di Manado atau di Mako Brimob Depok seperti yang disebut Kamaruddin.

“Saya sampaikan saja bahwa orang tua klien saya berada di tempat aman, untuk menjaga privasi mengingat sudah umur,” kata Ronny.

Ronny mengatakan orang tua Bharada E berada di tempat aman dalam kondisi baik dan sehat. Menurut Ronny, komunikasi dengan dirinya pun berjalan dengan baik.

“(Ortu Bharada E) terus berkomunikasi dengan saya. Kenapa di tempat aman? karena menjaga privasi dan mengurangi kedatangan orang, tamu-tamu gitu. Tapi kondisinya baik dan sehat,” ucapnya.

5 Tersangka Kasus Brigadir J

Kasus tewasnya Brigadir J dipenuhi berbagai kejanggalan sejak awal mencuat. Brigadir J baru diketahui tewas setelah tiga hari terjadinya peristiwa penembakan pada Jumat (8/7) sore.

Pada awal kasus ini diungkap ke publik, disebutkan Brigadir J tewas setelah terlibat baku tembak dengan Bharada Richard Eliezer (RE atau E) di rumah dinas Kadiv Propam Polri di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan (Jaksel).

Atas kejanggalan-kejanggalan yang muncul, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membentuk tim khusus untuk membuat terangnya kasus ini. Belakangan terungkap, Brigadir J tewas ditembak dan peristiwa meninggalnya direkayasa.

Polri menetapkan lima tersangka pembunuhan berencana Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat, yakni Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bharada E, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Ma’ruf.

Ferdy Sambo berperan memerintah Bharada E menembak Brigadir J dan merekayasa kasus tersebut. Sedangkan Bharada RE berperan menembak Brigadir J. Sementara Bripka RR dan KM berperan ikut membantu dan menyaksikan penembakan korban.

Kelimanya dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana subsider Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan juncto Pasal 55 juncto 56 KUHP. Kelima tersangka juga ditahan.

Dalam kasus ini, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membentuk tim khusus dalam mengusut tuntas. Kejadian ini terjadi di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, pada Jumat (8/7).

Simak video ‘Sambo Ingkar Janji Bikin Bharada E Bongkar Kebohongan’:

[Gambas:Video 20detik]

(fas/imk)