Pengembangan Terganjal Lahan

pengembangan terganjal lahan

PURWOKERTO – Rencana perluasan Bale Kemambang saat ini masih terganjal lahan. Oleh karena itu, awal tahun ini rencananya Pemkab Banyumas akan mulai melakukan proses pembebasan lahan secara bertahap. Rencananya, perluasan lahan yang akan dilakukan mencapai 27 hektare. Namun sebagian merupakan tanah bengkok sehingga tidak perlu dilakukan pembebasan.

Kabid Tata Ruang Dinas Cipta Karya Kebersihan dan Tata Ruang (DCKKTR) Kabupaten Banyumas Puspa Wijayanti mengatakan, sampai saat ini sudah melakukan koordinasi dengan pihak kelurahan yang ada seperti Kelurahan Purwanegara, Kelurahan Bancarkembar, hingga Kelurahan Sokanegara.

“Awal tahun ini kita akan lakukan sosialisasi terlebih dahulu dengan pihak kelurahan dan masyarakat, terutama untuk rencana pembebasan lahan,” katanya kemarin.

Lebih lanjut, untuk pembebasan lahan akan dilakukan survei oleh tim appraisal terlebih dahulu sebelum diserahkan ke masyarakat, terutama berkaitan harga tanah yang ada di wilayah tersebut.

“Pembebasan lahan kita lakukan secara bertahap, paling tidak ada sekitar 12 hektare yang nantinya harus dibebaskan. Tahun ini kita baru mendapat alokasi anggaran sekitar Rp 5 miliar untuk pembebasan tanah,” katanya.

Sampai saat ini, master plan perencanaan pengembangan Bale Kemambang sudah ada. Namun realisasi belum bisa dilakukan karena masih terganjal lahan.

Kasi Perencanaan DCKKTR Kabupaten Banyumas, Sudarsono mengatakan, dalam master plan pengembangan Bale Kemambang nantinya akan dibangun beberapa fasilitas baru. Seperti danau buatan, floating market, kampung wisata, dan beberapa wahana lainnya.

“Sebagian area persawahan nantinya juga akan dibiarkan, khususnya untuk sarana edukasi pertanian di Bale Kemambang. Termasuk keinginan bupati untuk membangun bianglala, nantinya juga akan disediakan space,” tegasnya.

Sementara Lurah Purwanegara Tarwan mengaku, sudah menyerahkan beberapa berkas data seperti berkas tanah kepada DCKKTR. Pada dasarnya, dia mendukung rencana tersebut dan akan berupaya membantu sosialisasi kepada masyarakat.

“Beberapa waktu lalu dari DCKKTR sudah kesini untuk berkoordinasi. Katanya nanti warga akan dikumpulkan untuk sosialisasi. Namun masih belum tahu kapan,” katanya. (bay/sus)

Sumber: