Pengemis Pindah Beroperasi ke Pasar

pengemis pindah beroperasi ke pasar

ilustrasi
Ilustrasi

PURWOKERTO – Perda Nomor 16 Tahun 2015 ternyata tidak membuat pengemis jera. Pasalnya, saat ini masih banyak pengemis yang beroperasi. Salah satunya di pasar tradisional. Hal itu membuat banyak pedagang dan pembeli mengeluh.

Salah satu pedagang jajanan di Pasar Wage, Suryati mengatakan, jumlah pengemis semakin bertambah. “Sekarang dalam sehari bisa sampai delapan orang. Beda dengan bulan sebelumnya, paling hanya tiga atau empat dalam sehari. Kalau hari Jumat jumlahnya bisa sampai 10, bahkan lebih,” tuturnya.

Pembeli di Pasar Wage, Sri Lestari mengatakan, tidak nyaman belanja karena banyaknya pengemis. “Saat belanja di satu tempat dimintai, saya pindah ke toko yang lain juga dimintai. Padahal yang ngemis sama. Biasanya kalau tidak diberi tetap berdiri terus,” katanya.

Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Banyumas Sugeng Amin SH MH mengatakan, pihaknya sudah mendapat banyak laporan dari masyarakat. “Kami juga mendapat laporan dari Unit Pelaksana Tugas (UPT) pasar. Banyak laporan dari Pasar Wage, Pasar Sokaraja, Pasar Banyumas, Pasar Wangon dan Pasar Larangan. Dalam waktu dekat akan saya operasi,” jelasnya.

Menurut dia, pengemis yang beroperasi orang lama. Setelah dirazia dan dikirim ke Balai Rehabilitasi Banjarnegara, pengemis tidak jera dan kembali turun ke jalan. ” Alasannya mereka banyak, seperti tidak punya keterampilan dan sulit cari pekerjaan. Jadi setelah pembinaan, beroperasi lagi. Untuk itu kami akan terus melakukan razia,” tuturnya.

Terkait keberadaan PGOT pasca adanya Perda Nomor 16 Tahun 2015 tentang penyakit masyarakat, pemkab sudah melakukan berbagai upaya agar PGOT jera. (yga/sus)

Sumber: