Peninggian Median Gerilya Terhambat Alat Berat

peninggian median gerilya terhambat alat berat

tengah aam peninggian median gerilya terhambat alat berat
Pekerja sedang membangun median jalan. AAM/RADARMAS

PURWOKERTO-Peninggian median Jalan Gerilya terkendala alat berat. Pengerjaan yang dimulai sejak Senin, (22/10) masih dilakukan manual dengan tangan dan alat seadanya. Hal tersebut menghambat proses pengerjaan peninggian median yang harus rampung 31 Desember nanti.

Karso, mandor proyek peninggian median mengatakan untuk proyek seperti ini harus ada alat berat seperti drill. Sejak hari pertama pengerjaan, kata dia, belum ada alat berat dan dilakukan secara manual dengan alat seadanya. Seperti palu dan paku besar dalam membobol beton median sebelumnya.

“Idealnya harus ada dua drill untuk kanan kiri. Ketiadaan alat berat sangat menghambat kami dalam bekerja,” katanya saat ditemui Radarmas.

Pedagang Pasar Situmpur Berharap Renovasi Dipercepat

Dia mengaku sudah meminta untuk difasilitasi alat berat. “Kami sudah minta drill. Katanya ada, tapi rusak dan belum tahu akan diperbaiki kapan, “ungkapnya.

Dikatakan Karso, sedikitnya ada 20 tenaga proyek pengerjaan peninggian median. Mayoritas dari mereka mengeluh sakit ditelapak tangan karena harus menahan paku besi ketika menghancukan beton median sebelumnya.

Karso pesimis peninggian median dapat selesai akhir tahun nanti apabila tidak segera diberikan alat berat. “Kalau ada alat berat bisa lebih cepat. Kalau seperti sekarang ini fokus kita terbagi antara menghancurkan beton dan memasangnya, kita juga menurunkan sendiri dari truk untuk blok betonnya,” tambahnya.

Sulis salah seorang warga sekitar Jalan Gerilya mengungkapkan beton median yang berada di pinggir jalan cukup membahayakan. “Beton yang di pinggir jalan cukup berbahaya. Belum lagi sisa-sisa beton median yang di bobok, semoga cepat selesai dan rapih kembali, ” tutupnya.

Menanggapi hal tersebut Christianto Budi Raharjo Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Ajibarang, Banyumas, Klampok, Banjarnegara Kementrian PUPR mengatakan sudah berkoordinasi dengan kontraktor terkait alat berat.

“Kami sudah beritahukan kontraktor untuk menambah jack hammer,” ujarnya. Pihaknya mengklaim telah memasang total sekitar 5.000 buah kerb median di Jalan Gerilya. (aam)

Sumber: