Penuh Sesak, Warga Banyumas Ramai-ramai Berburu Baju Baru di Purwokerto

penuh sesak, warga banyumas ramai-ramai berburu baju baru di purwokerto

img 20210510 022648
SESAK: Keramaian Pasar Minggon Jalan Suharso, GOR Satria Purwokerto, Minggu (9/5). Jelang Hari Raya Idul Fitri, Pasar Minggon kemarin diserbu masyarakat yang merupakan Minggu terakhir di bulan Ramadan. DIMAS PRABOWO/RADAR BANYUMAS

PURWOKERTO -Lebaran tinggal beberapa hari lagi. Eti Mauli Warga Purwokerto sedang sibuk memilah motif gamis, yang akan ia kenakan nanti di hari Lebaran. Dipegangnya dua motif gamis. Satu bercorak bunga satunya lagi polos.
https://sibnews.info/bukan-pemudik-tapi-dikarantina-di-gor-satria-purwokerto-awas-cermati-se-perihal-tatalaksana-pemudik-di-banyumas/
https://sibnews.info/biokop-rajawali-dibuka-lagi-kerinduan-kini-sudah-terobati-tarso-kembali-tempel-karcis-parkir-di-plat-nomor-kendaraan/

“Sudah kebiasaan kalau lebaran beli baju baru,” katanya.

Pasar Minggon GOR Satria ia pilih jadi lokasi berburu baju baru. Selain banyak pilihan harganya juga terjangkau.

“Kisaran harga mulai dari 20 ribu sampai 55 ribu. Jadi memang sengaja cari yang murah,” tuturnya.

Ia punya prinsip, asal pintar memilah motif dan memadu padankan jenis pakaian maka barang yang terlihat murah bisa jadi sangat menarik.

“Tinggal mix and match saja,” paparnya.

Tidak seperti biasanya, Radarmas memantau sampai pukul 10.30 aktivitas di GOR Satria masih ramai. Pedagang yang berjualan didominasi oleh penjual baju dan aksesoris.

Selain Pasar Minggon GOR Satria, pusat-pusat pertokoan baju di bilangan Jalan Kampus dan sekitarnya juga ramai dikunjungi. Itu terlihat dari penuhnya tempat parkir yang disediakan. Bahkan, keluar masuk kendaraan menimbulkan antrian kendaraan.

Soal itu Aspem Kesra Setda Kabupaten Banyumas Didi Rudwianto mengatakan, pengawasan pusat keramaian akan lebih ketat lagi. Bahkan jika membandel tidak patuh protokol kesehatan bisa diberi sanksi. Dari mulai peringatan hingga penyegelan.

“Satpol PP sudah operasi. Kita ketatkan. Yang penuh kita stop lagi, harus pastikan kemampuan daya tampung luas toko sama dengan jumlah pengunjung,” katanya.

Ia akui, kepatuhan pemenuhan kapasitas jadi yang paling sering dilanggar. Kapasitas untuk pusat pertokoan dan perbelanjaan sendiri ia jelaskan, dibatasi hanya 50 persen.

“Kapasitas, antrian jaga jarak yang paling sering dijumpai dilanggar. Tergantung manajemennya, kalau tidak tegas ya repot. Makannya satgas di mall, toko, pasar, menjadi penentu mereka kalau mengandalkan kita terus kita repot. Kita modelnya shock therapy muter, patroli, dan ada yang menetap,” ucapnya.

Terpisah Bupati Banyumas Achmad Husein mengatakan, pihaknya akan melakukan sidak di pusat keramaian.

“Kita akan sidak-sidak yang biasa ramai,” pungkasnya. (aam)

Sumber: