Peran Komplotan Penembak Istri Kopda Muslimin: Eksekutor dan Pengawas

Semarang

Tim gabungan TNI dan Polri mengungkap detail kasus penembakan istri anggota TNI di Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah, yang diotaki suaminya sendiri, Kopda Muslimin atau Kopda M. Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi mengungkap komplotan yang beraksi di lokasi terbagi perannya yakni eksekutor dan pengawas.

“Kita amankan lima orang tersangka,” ujar Luthfi dalam jumpa pers yang diadakan di Polda Jateng, Semarang, seperti dilansir detikJateng, Senin (25/7/2022).

Dalam konferensi pers tersebut hadir Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman, Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Danpuspomad) Letjen Chandra Sukotjo, Pangdam IV Diponegoro Mayjen Widi Prasetijono, dan Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Luthfi menjelaskan satu orang di antaranya merupakan penyedia senjata api. Kemudian empat orang lainnya merupakan komplotan yang beraksi di TKP.

“Yang tim eksekutor menggunakan kendaraan (motor) Ninja, tim pengawas pakai Honda Beat,” lanjut dia.

Peristiwa penembakan terjadi pada Senin (18/7) pukul 11.38 WIB. Tim eksekutor sebelumnya sudah membuntuti korban saat menjemput anaknya.

Hingga akhirnya tim eksekutor menembak korban di depan rumahnya di Banyumanik, Semarang.

Baca selengkapnya di sini

Simak Video: Dalangi Penembakan Istri, Kopda M Juga Rencanakan Santet-Racun

[Gambas:Video 20detik]

(idh/imk)