Perbaikan Jalan Setengah-Setengah

perbaikan jalan setengah-setengah

PURWOKERTO – Jalan underpass di wilayah Kebocoran terus dikeluhkan. Pasalnya, perbaikan jalan yang dilakukan Pemkab Banyumas belum sampai terowongan. Bahkan semakin hari, jalan di terowongan semakin rusak parah akibat selalu tergenang air.

Salah satu warga, Reza mengaku kecewa. Menurutnya penanganan yang dilakukan Pemkab Banyumas masih setengah-setengah. Sehingga perbaikan akses yang dilakukan tidak berdampak secara maksimal.

“Sekarang memang sudah ada perbaikan jalan yang berlubang. Namun belum sampai terowongan, perbaikan sudah selesai dilakukan,” katanya.

Dia mengatakan, akses tersebut merupakan sarana vital bagi sebagian besar warga sekitar. Sehingga diharapkan pemerintah dapat lebih memaksimalkan penanganan. “Kalau bisa tidak hanya jalannya yang diperbaiki, tetapi rembesan airnya juga bisa diatasi, sehingga jalan tidak selalu tergenang dan akhirnya kembali merusak jalan,” tegasnya.

Tidak hanya kondisi jalan, lampu penerangan saat ini masih minim. Salah satu warga, Yayan mengatakan, kondisi penerangan jalan di wilayah tersebut sampai saat ini belum maksimal. “Kalau bisa lampu jalannya juga ditambah karena sangat rawan kecelakaan dan tindak kejahatan kalau sudah masuk malam hari,” ujarnya.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (SDABM) Kabupaten Banyumas Irawadi mengatakan, pemeliharaan jalan di kawasan tersebut memang masih bersifat sementara. Untuk penanganan permanen masih belum bisa dilakukan, karena masih harus menunggu penguatan tebing yang akan dilakukan oleh Satker PT KAI.

“Rencananya konstruksi jalannya akan diganti dengan beton yang lebih resisten terhadap air. Sehingga ke depan jalan di underpass tersebut tidak cepat rusak,” katanya.

Menurutnya, pasca longsor beberapa waktu lalu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan PT KAI untuk penanganan jalan tersebut. Di sisi lain, dia menyebutkan sudah ada pembagian tanggung jawab terhadap penanganan jalan di underpass Kebocoran tersebut.

“Penguatan tebing underpass perlu dilakukan terlebih dahulu, agar penanganan jalan dapat lebih maksimal,” katanya. (bay/sus)

Sumber: