Perjalanan Kasus Mardani Maming hingga KPK Jemput Paksa

Jakarta

KPK menjemput paksa mantan Bupati Tanah Bumbu, Mardani H Maming, yang berstatus tersangka kasus dugaan korupsi terkait izin usaha pertambangan (IUP). Begini perjalanan kasus Mardani Maming hingga KPK menjemput paksa.

Kabar soal status tersangka Mardani Maming ini diketahui dari surat permintaan pencegahan Mardani Maming bepergian ke luar negeri yang diajukan KPK ke Ditjen Imigrasi. Surat itu dikonfirmasi oleh Ditjen Imigrasi.

Berikut perjalanan kasus Mardani Maming:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Diperiksa KPK

Mardani diperiksa KPK pada Jumat (3/6) lalu. Saat itu, Mardani mengaku diperiksa KPK terkait masalah dengan pemilik PT Jhonlin Group, Samsudin Andi Arsyad alias Haji Isam.

“Ya saya hadir di sini sebagai pemeriksaan pemberi informasi penyelidikan, tapi intinya saya hadir di sini ini permasalahan saya dengan Haji Syamsudin atau Haji Isam pemilik Jhonlin. Terima kasih,” kata Mardani kepada wartawan di gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (2/6/2022).

Mardani saat itu enggan menyebutkan detail perkaranya. Dia juga enggan menyebutkan apa saja yang telah ditanyakan oleh KPK.

Kuasa hukum Mardani sempat menjelaskan soal pemeriksaan Mardani di KPK. Dia mengatakan Mardani dimintai keterangan terkait izin usaha pertambangan.

“Kaitannya dengan pengalihan IUP,” kata Ahmad di gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (8/6).

Ahmad meminta KPK juga memeriksa pemilik PT Jhonlin Group, Samsudin Andi Arsyad alias Haji Isam, dalam penyelidikan ini. Dia menyebut Haji Isam ada kaitan langsung atau tidak langsung dalam kasus ini.

“Tambahan data dan informasi termasuk mengajukan permohonan agar Haji Isam, Samsudin Arsad, juga turut diambil keterangannya, karena baik secara langsung atau tidak langsung dalam kaitan perkara ini. Haji Isam juga sempat memfasilitasi,” katanya.

Jadi Tersangka

Mardani Maming ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Meski status tersangka Mardani belum diumumkan, KPK telah mengirim surat ke Ditjen Imigrasi untuk mencegah Mardani Maming ke luar negeri.

“Betul (pencekalan Mardani H Maming) berlaku sejak 16 Juni 2022 sampai dengan 16 des 2022,” kata Kepala Subkoordinator Humas Ditjen Imigrasi Achmad Nur Saleh saat dimintai konfirmasi, Senin (20/6/2022).

“(Berstatus) tersangka,” sambungnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Simak Video: Mardani H Maming Merasa Dikriminalisasi, Begini Respons KPK

[Gambas:Video 20detik]