Pernah Didatangi Bupati Pertama Lewat Mimpi

pernah didatangi bupati pertama lewat mimpi

kakiSetyo Nurdiono, Melukis Sejarah Melalui Wajah

Jika masuk ke dalam ruang Sasana Jaka Kaiman atau lebih familiar dengan sebutan Ruang Salon di komplek Pendapa Si Panji. terpajang lukisan wajah pemimpin Kabupaten Banyumas. Mulai dari bupati pertama sampai yang saat ini menjabat. Namun tidak banyak orang yang mengetahui sosok seniman di balik lukisan tersebut.

BAYU INDRA KUSUMA, Purwokerto

Adalah Setyo Nurdiono, salah satu pelukis muda yang juga terlibat dalam proses pelukisan wajah para Bupati Banyumas tersebut. Bersama rekannya Wisnu Aji, dia mengaku melukis sampai 11 wajah bupati berdasarkan foto.

Jika melihat asal muasal pencetusan ide pelukisan wajah, hal itu dinilai sangat diperlukan. Pasalnya, daerah yang besar tentu menghargai sejarahnya. Begitu pun identitas daerah dapat menguat karena menghargai karya warganya.

Kabupaten Banyumas agaknya menyadari hal tersebut dan berusaha mengabadikan wajah-wajah Bupati Banyumas. Mulai bupati pertama hingga saat ini dalam bentuk lukisan. Dan 30 lukisan wajah bupati kini terpajang di Ruang Salon Bupati Banyumas.

Setyo menuturkan, beberapa lukisan merupakan hasil reproduksi dari lukisan sebelumnya karya perupa Gunarsa. Sedangkan mantan bupati yang masih hidup atau ada fotonya, dilukis berdasarkan potretnya.

“Sempat kesulitan, terutama untuk melukis kembali wajah bupati yang tidak ada fotonya. Sehingga perlu ditafsirkan kembali dalam wujud sket, sebelum diwujudkan dalam bentuk lukisan,” kata perupa yang berdomisili di Rawalo.

Ada pengalaman menarik yang dimiliki Setyo saat melukis wajah Bupati Banyumas ke-1 sampai ke-3. Menurutnya, proses pelukisan wajah melalui proses laku ritual pribadi terlebih dahulu. “Itu saya puasa Senin Kamis, dan puasa Weton dulu setiap mau melukis potret bupati. Tapi itu dilakukan juga untuk semua potret bupati lain. Jadi tidak asal,” jelasnya.

Yang paling berkesan dan tidak terlupakan sampai saat ini, Setyo pernah didatangi sosok yang serupa dengan Bupati Banyumas Pertama, Raden Jaka Kahiman. “Itu terjadi saat saya mengerjakan lukisan foto bupati yang pertama itu. Di mimpi saya, beliau sangat arif dan bijaksana,” ujarnya bangga.

Hal yang sama juga terjadi saat melukis wajah Bupati Banyumas kedua. Menurutnya, baik bupati pertama dan kedua merupakan sosok yang santun kepada rakyatnya. “Cara mereka menyapa saya, yang saat di mimpi menjadi rakyatnya sangat berbeda dan terkesan sangat familiar. Sehingga seperti tidak ada batasan yang membatasi,” kata pria kelahiran Banyumas, 11 Mei 1982.

Beberapa bupati yang dilukis Setyo antara lain Raden Jaka Kahiman, bupati kedua Raden Ngabei Merta Sura, Raden Tumenggung Mertayudan II, Raden Tumenggung Yudanegara II, Raden Tumenggung Yudanegara III, Raden Tumenggung Tejakusuma, Raden Adipati Cokronegara, KPAA Gandasubrata, Raden M Kabul Purwodireja, M Mirun Prawiradiredja, Raden Subagio, dan Kolonel Infanteri Poedjadi Jaringbandayuda.

Penggarapan lukisan memakan waktu yang cukup lama, yaitu sekitar satu bulan setiap lukisan. Namun putra pasangan Ikhwan Nurrohim (55) dan Sarminah (56) berhasil menyelesaikan lukisan tersebut satu persatu. Potret bupati hasil garapannya pun masih terpajang hingga saat ini.

Di luar kesibukannya menggarap lukisan wajah, Setyo kerap mengikuti sejumlah pameran seni rupa baik di lokal maupun internasional. Tercatat, perupa yang mulai menekuni dunia lukis sejak 2001 ini pernah ikut dalam pameran Seni Rupa Nusantara 2013 di Galeri Nasional Jakarta, Pameran Sapta Pelangi 2013 di Jogja Art Galery, Korean-Indonesia Modern Plastic Art Today Exibition di Galeri Nasional Jakarta pada medio tahun 2013. (*/sus)

Sumber: