PERSIBAS: Pantang Kalah di Satria

persibas: pantang kalah di satria

PURWOKERTO- Lupakan kekalahan tragis saat melawat ke PSGC Ciamis. Skuad Persibas Banyumas dibawah asuhan Putut Wijanarko akan mempertahankan rekor selalu menang jika bermain di Stadion Satria. Termasuk saat menjamu Persip Pekalongan, Sabtu sore nanti.

pantang kalah di satria

Pelatih Persibas, Putut Wijanarko mengatakan pantang baginya untuk kehilangan poin untuk ketiga kali. Sebelumnya, Persibas harus menelan pil pahit saat tandang ke Purbalingga dan Ciamis. Saat ini, Persibas baru mengantongi 3 poin yang diperoleh ketika menjamu Persika Karawang.

“Kita nanti bermain di kandang. Saya ingin meneruskan rekor tidak pernah kalah di kandang. Bukan untuk kedua atau ketiga kalinya bahkan untuk partai kandang seterusnya,” katanya.

Saat melawan PSGC, Persibas mencoba memakai formasi 3-5-2. Hasilnya buruk dengan kekalahan telak 4-0. Nanti sore, Persibas akan kembali bermain dengan formasi pakem 4-4-2 atau 4-3-3. Imam Witoyo dan Yulianto, ataupun Danu S akan ditempatkan di lini depan. Danu S mungkin diberi kesempatan karena dia bermain cukup baik saat bertandang ke Ciamis.

Putut mengatakan saat bermain melawan PSGC, dirinya sengaja memakai formasi 3-5-2 untuk memperkuat pertahanan. “Tetapi tidak untuk partai kandang. Kita akan keluar menyerang. Yulianto atau Bilton masih menjadi pilihan utama sebagai ujung tombak,” katanya.

Tak menutup kemungkinan pula pemain muda Persibas seperti Geovani Yudha akan coba dimainkan. Ini untuk meningkatkan mental bertanding dan menambah jam terbang. “Intinya akan ada rotasi pemain,” tambah dia.

Faktor lain yang tidak kalah penting dan sangat mendukung di lapangan adalah cuaca. “Dengan kondisi lapangan yang masih dalam perbaikan, kita sangat berharap tidak turun hujan,” katanya.

Senada dengan Putut, asisten pelatih Persip, Sukodir dengan didampingi kapten Persip, Imam Wahyudi juga sangat tidak menginginkan turunnya hujan pada partai melawan Persibas.

“Strategi yang sudah kita siapkan akan berbeda ketika hujan turun. Target kita paling tidak harus bisa mencuri poin di Banyumas sebagai modal melakoni pertandingan selanjutnya,” tutupnya.

Bagi Persibas, jika sampai kalah melawan Persip, tentu semakin memberatkan langkah ke babak berikutnya. Dengan perolehan poin 3 dari 3 pertandingan yang telah dijalani Persibas kini berada di posis ke-6 diatas Persis Solo yang berada di posisi terbawah.

Apabila Persibas gagal memperoleh poin penuh sementara Persis Solo berhasil mengalahkan Persika pada laga tandang yang berlangsung Minggu (22/5) di Karawang, maka Persibas otomatis menjadi juru kunci grup 3. (yda/dis)

Sumber:

PERSIBAS: Pantang Kalah di Satria

persibas: pantang kalah di satria

PURWOKERTO- Lupakan kekalahan tragis saat melawat ke PSGC Ciamis. Skuad Persibas Banyumas dibawah asuhan Putut Wijanarko akan mempertahankan rekor selalu menang jika bermain di Stadion Satria. Termasuk saat menjamu Persip Pekalongan, Sabtu sore nanti.

pantang kalah di satria

Pelatih Persibas, Putut Wijanarko mengatakan pantang baginya untuk kehilangan poin untuk ketiga kali. Sebelumnya, Persibas harus menelan pil pahit saat tandang ke Purbalingga dan Ciamis. Saat ini, Persibas baru mengantongi 3 poin yang diperoleh ketika menjamu Persika Karawang.

“Kita nanti bermain di kandang. Saya ingin meneruskan rekor tidak pernah kalah di kandang. Bukan untuk kedua atau ketiga kalinya bahkan untuk partai kandang seterusnya,” katanya.

Saat melawan PSGC, Persibas mencoba memakai formasi 3-5-2. Hasilnya buruk dengan kekalahan telak 4-0. Nanti sore, Persibas akan kembali bermain dengan formasi pakem 4-4-2 atau 4-3-3. Imam Witoyo dan Yulianto, ataupun Danu S akan ditempatkan di lini depan. Danu S mungkin diberi kesempatan karena dia bermain cukup baik saat bertandang ke Ciamis.

Putut mengatakan saat bermain melawan PSGC, dirinya sengaja memakai formasi 3-5-2 untuk memperkuat pertahanan. “Tetapi tidak untuk partai kandang. Kita akan keluar menyerang. Yulianto atau Bilton masih menjadi pilihan utama sebagai ujung tombak,” katanya.

Tak menutup kemungkinan pula pemain muda Persibas seperti Geovani Yudha akan coba dimainkan. Ini untuk meningkatkan mental bertanding dan menambah jam terbang. “Intinya akan ada rotasi pemain,” tambah dia.

Faktor lain yang tidak kalah penting dan sangat mendukung di lapangan adalah cuaca. “Dengan kondisi lapangan yang masih dalam perbaikan, kita sangat berharap tidak turun hujan,” katanya.

Senada dengan Putut, asisten pelatih Persip, Sukodir dengan didampingi kapten Persip, Imam Wahyudi juga sangat tidak menginginkan turunnya hujan pada partai melawan Persibas.

“Strategi yang sudah kita siapkan akan berbeda ketika hujan turun. Target kita paling tidak harus bisa mencuri poin di Banyumas sebagai modal melakoni pertandingan selanjutnya,” tutupnya.

Bagi Persibas, jika sampai kalah melawan Persip, tentu semakin memberatkan langkah ke babak berikutnya. Dengan perolehan poin 3 dari 3 pertandingan yang telah dijalani Persibas kini berada di posis ke-6 diatas Persis Solo yang berada di posisi terbawah.

Apabila Persibas gagal memperoleh poin penuh sementara Persis Solo berhasil mengalahkan Persika pada laga tandang yang berlangsung Minggu (22/5) di Karawang, maka Persibas otomatis menjadi juru kunci grup 3. (yda/dis)

Sumber: