Petugas Sampah Bingung, Sampah Menggunung

petugas sampah bingung, sampah menggunung

hl sampah penampungan jl a yani 2
Tumpukan sampah di jalan A yani akibat lokasi pembuangan sampah tanpa kejelasan. KEMUNING/RADARMAS

PURWOKERTO-Permasalahan sampah kembali muncul di perkotaan Purwokerto. Pantauan Radar Banyumas, kemarin, di Jalan A Yani sampah sudah menumpuk dan baru diangkut. Sementara, di kawasan TPST Berkoh, komplek gedung KPU, sampah juga berderet di pinggir jalan.

Ditengah keluhan masyarakat akan menumpuknya permasalahan sampah yang terlambat diangkut, ternyata petugas angkut sampah dari DLH juga mengalami dilema. Pasalnya, mereka bingung dalam menentukan tujuan akhir lokasi pembuangan sampah.

Petugas pengangkut sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyumas Kholid mengakui pengambilan sampah seharusnya dilakukan dua kali sehari. Tetapi berhubung ada masalah lokasi atau tempat pembuangan akhir, pihaknya hanya bisa melakukan pembuangan sehari sekali.

“Keterlambatan pengambilan sampah tidak sampai lima hari, hanya kemarin (Senin, red), sebelumnya diambil terus,” kata Kholid kepada Radar Banyumas.

Lebih lanjut ia mengatakan, masalah TPA yang menyebabkan terhambatnya proses pembuangan sampah yaitu karena akses jalan ke TPA yang terletak di Windunegara sulit dijangkau kendaraan. Dimana akses jalan menuju TPA masih tanah utuh, yang menyebabkan roda truck pengangkut sampah terjebak. “Hampir satu roda tidak bisa jalan,” jelasnya.

Pembuangan sampah ke TPA Windunegara ini telah berlangsung sekitar lima bulan terakhir. Sebelum musim hujan, ia mengatakan, jalan masih bisa diakses dengan mudah. Tetapi karena hujan, jalan menjadi becek dan sulit dilalui.

Selain TPA di Windunegara, Kholid mengatakan, ada TPA lain, yakni yang terletak di Kaliori. Tetapi, kata dia, jumlah sampah yang dibuang ke TPA di Kaliori ini dibatasi hanya 15 rid, atau kurang dari delapan truck sampah. Sedangkan jumlah sampah di kota Purwokerto ini kurang lebih 40 rid atau sekitar 20 truck per harinya.

“Hari ini saya bisa membuang di Kaliori, ini nanti dibuang di sana. Tapi kalau besok tidak tahu kemana,” katanya.

Dalam menentukan lokasi TPA, ia menunggu perintah dari atasan. “Kalau disuruh ke Windunegara saya ke sana, kalau ke Kaliori, saya ke Kaliori,” katanya.

Sedangkan untuk mengangkut sampah yang ada di Jalan Ahmad Yani ini, memerlukan kurang lebih empat truck. Dan kemarin, baru ada dua truck yang diturunkan untuk mengangkut sampah tersebut. Kholid menjelaskan, TPS di Jalan Ahmad Yani ini memang paling luas wilayahnya.

Ia berharap TPA tersedia kembali, dan tidak ada kesulitan dalam pembuangan.
“Seperti pas masih buang di Gunungtugel. Pas disana pembuangan masih lancar. Berapapun banyaknya sampah bisa dibuang,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan DLH Kabupaten Banyumas Ngadimin mengatakan, sampah di lokasi jalan A Yani diangkut setiap hari. Namun, lanjut dia, dua hari terakhir pengangkutan tidak optimal. Pihaknya telah memasang bis beton dilapangan untuk akses jalan truck sampah.

“Insya Allah besok (Hari ini, red) sudah normal kembali,” tutupnya. (ing/ttg)

Sumber: