PKS Minta Pemprov DKI Bina Mental-Spiritual PPSU Cegah Kekerasan Terulang

Jakarta

PKS menyoroti kasus penganiayaan yang dilakukan anggota pekerja penanganan sarana dan prasarana umum (PPSU) terhadap kekasihnya. Berkaca dari peristiwa itu, PKS meminta Pemprov DKI memberikan pembinaan mental kepada PPSU ataupun petugas penyedia jasa lainnya perorangan (PJLP).

“Agar ada pembinaan, khususnya pada aspek mental dan spiritual, bagi PPSU dan PJLP juga meningkatkan kesejahteraannya,” kata anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS, Israyani, kepada wartawan, Jumat (12/7/2022).

Israyani menilai Pemprov DKI perlu memberikan perhatian khusus terhadap kesejahteraan 20.190 pegawai PPSU serta 74.702 PJLP. Sebab, Israyani percaya banyak kasus serupa yang belum terungkap.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Belum lagi akibat beban biaya hidup yang besar, membuat cukup banyak pekerja PPSU yang terjerat pinjaman online,” ujarnya.

Politikus PKS itu menyebut penghasilan para pegawai PPSU dan PJLP saat ini tak cukup besar, sedangkan beban pekerjaannya cukup berat. Bahkan, kata dia, tak jarang mereka mendapatkan perlakuan yang tak manusiawi.

“Tidak jarang mereka juga mendapat perlakuan yang kurang manusiawi,” ucapnya.

Israyani menuturkan pembinaan mental dan spiritual ini sangat penting untuk penguatan rohani dan kesehatan mental para PPSU dan PJLP dalam menjalankan tugasnya dan menjalani kehidupan, sehingga tidak terjerumus pada perilaku yang salah.

Bagaimanapun, kata dia, para pegawai tersebut juga manusia yang memerlukan pembinaan dan sentuhan hati agar mereka merasa dihargai sebagai manusia dan pekerja,

“Tidak hanya diperintah mengerjakan tugasnya dan diminta bantuan ini dan itu,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan pembinaan mental dan spiritual ini, Israyani mengusulkan kepada Pemprov DKI menggandeng lembaga termasuk masjid, majelis taklim, dan sejenisnya. Pembinaan mental dan spiritual ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja dan produktivitasnya dengan membuat mereka lebih bahagia.

Dia mendorong Pemprov DKI agar tidak ragu memberikan alokasi anggaran untuk pembinaan mental dan spiritual bagi para PPSU dan PJLP ini.

“Tidak perlu dengan kegiatan yang memerlukan biaya besar dan di luar kota. Cukup dengan kegiatan pembinaan rohani di lingkungan kerja mereka, motivasi pagi dan penyediaan konseling atau psikolog bagi PPSU dan PJLP yang ingin berkonsultasi masalah pribadinya,” jelasnya.

“Ini pun bisa memanfaatkan layanan yang sudah ada di unit kerja lain,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, tenaga PPSU di Kelurahan Rawa Barat, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel), berinisial Z, ditetapkan sebagai tersangka kasus penganiayaan terhadap pacarnya berinisial E. Z menganiaya hingga melindas E menggunakan motor karena cemburu dibanding-bandingkan.

“(Z cemburu) dibandingkan dengan mantan pacar (kekasihnya),” ujar Kapolsek Mampang Kompol Supriadi kepada wartawan, Rabu (10/8).

Supriadi tidak menjelaskan detail hal apa yang dibanding-bandingkan oleh korban.

“Dibanding-bandingkan aja, paling kebaikan aja. (Korban) tidak menjelaskan, sih,” lanjutnya.

Dari video yang dilihat detikcom, Selasa (9/8), terlihat seorang pria yang mengenakan pakaian PPSU sedang menganiaya seorang perempuan. Pria itu menendang dan menjambak korban.

Pria itu kemudian terlihat menaiki sepeda motornya dan langsung menggilas korban dengan motornya. Korban terlihat tertabrak dan terjungkal ke arah belakang.

Lurah Bangka Firdaus Aulawy membenarkan kejadian itu. Firdaus menyebutkan kejadian itu terjadi di Jalan Kemang VI, Senin (8/8) siang.

“Benar, di Jalan Kemang Dalam. Lokasi tepatnya di Jalan Kemang VI RT 3 RW 3. Kejadian kemarin sekitar pukul 12.30 WIB,” kata Firdaus kepada wartawan, Selasa (9/8).

(taa/idn)