Polisi Klarifikasi Pria Ditangkap di Jaksel: Bukan Sopir Taksi Pelaku Cabul

Jakarta

Polisi mengklarifikasi penangkapan seorang pria yang sebelumnya disebut sopir taksi Ali Suyatno (50), pelaku pencabulan bocah di Jaksel. Kanit Pelayanan dan Perlindungan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Selatan AKP Mariana mengatakan pelaku pencabulan yang ditangkap kemarin bukan Ali Suyatno.

“Bukan, bukan (Ali Suyatno). Itu (pelaku) dari LP baru. Tersangkanya beda,” kata Mariana kepada wartawan, Kamis (28/7/2022).

Mariana menjelaskan pelaku tersebut ditangkap terkait kasus lain. Awalnya, polisi menduga pria yang ditangkap warga di kawasan Palmerah adalah Ali Suyatno.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, setelah dilakukan pengecekan ke lokasi penangkapan, pelaku yang ditangkap ternyata berbeda dengan Ali Suyatno.

“Itu diduganya awalnya, makanya nggak kasih ke ini. Soalnya bukan,” ujar Mariana.

Ini berarti, status Ali Suyatno masih jadi buron. Ali Suyatno sebelumnya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Diberitakan sebelumnya, polisi menangkap sopir taksi di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, berinisial AS (50), yang mencabuli anak tetangganya yang masih berusia 7 tahun. Keterangan itu dibenarkan oleh Kanit Reskrim Polsek Kebayoran Lama Iptu Iwan.

“Iya, benar (pelaku ditangkap),” kata Iwan kepada wartawan, Rabu (27/7/2022).

Iwan menyebut pelaku ditangkap di wilayah Palmerah, Jakarta Barat. Dia menyebut AS ditangkap oleh warga yang mengenali wajah pelaku.

“Mungkin warga tahu wajahnya pelaku, terus ditangkap. Ini kita baru mau jalan ke sana (Palmerah),” jelas Iwan.

Pelaku Masih Jadi Buron

Seorang pria berinisial AS (50) di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, mencabuli anak tetangganya sendiri yang masih berusia 7 tahun. Polisi kini telah menerbitkan status daftar pencarian orang (DPO) untuk pelaku.

“Sudah (diterbitkan status DPO),” kata Kanit PPA Polres Metro Jakarta Selatan AKP Mariana kepada wartawan, Senin (25/7/2022).

Pelaku bekerja sebagai sopir taksi. Mariana mengatakan penerbitan DPO untuk pelaku sudah dilakukan beberapa waktu yang lalu.

“DPO sudah terbit dari kemarin-kemarin,” ujarnya.

(ain/mea)