Politikus PAN Soroti Isu Judi: Jenderal Sigit Kebagian Cuci Piring

Jakarta

Anggota DPR ini menyoroti isu perjudian yang diperbincangkan publik seiring dengan pengusutan kasus pembunuhan yang didalangi Irjen Ferdy Sambo. Dia menilai masalah perjudian yang dibekingi oknum polisi adalah masalah yang sudah terakumulasi sejak dulu. Kapolri sekarang, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, mendapat tugas membereskan masalah itu.

Sorotan itu disampaikan anggota Komisi III DPR dari Fraksi PAN, Mulfachri Harahap, dalam rapat dengar pendapat (RDP) di DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (24/8/2022).

Awalnya, dia menyoroti soal infografis atau diagram yang beredar di masyarakat soal konsorsium 303. Infografis viral itu menarik perhatian publik soal adanya keterlibatan polisi dalam mafia judi online. Mulfachri percaya memang benar ada oknum polisi yang terlibat dalam judi online.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya mengapresiasi respons cepat Kapolri yang mengatakan bahwa tidak ada toleransi terhadap perjudian. Apa yang dilakukan Pak Kapolri sama dengan membakar lumbung beras,” kata Mulfachri.

Mulfachri mendukung Polri untuk membuka peran oknum-oknum polisi dalam jejaring perjudian. Isu ini kadung beredar di masyarakat.

“Ini momentum. Kita harus berani untuk melihat secara objektif apa yang menjadi persoalan polisi hari ini dan kemudian sama-sama kita diskusikan secara jujur dan terbuka,” kata Mulfachri.

Masalah polisi yang terlibat dalam mafia judi bukan karena kesalahan Jenderal Sigit. Soalnya, penyimpangan semacam ini sudah ada sejak zaman dulu. Hanya, kini Sigit mendapat momentum untuk bersih-bersih institusinya.

“Pak Sigit tidak perlu kecil hati, karena memang keadaan hari ini bukan Anda yang menyebabkan. Ini akumulasi dari sejumlah masalah yang dibiarkan dari waktu ke waktu,” kata Mulfachri.

“Dan hari ini Pak Sigit kebagian mencuci piringnya, kira-kira begitu,” imbuhnya.

Dia ingat dengan kiprah Kapolri Jenderal Sutanto, yang menjabat pada 2005-2008. Dia menyebut Kapolri saat itu bisa menjalankan tugas pokok dan fungsi dengan anggaran yang tidak terlalu besar. Maka, masalah anggaran seharusnya tidak menjadi soal.

“Saya katakan ini karena kerap kita mendengar bahwa dukungan logistik dari bandar-bandar judi ini diperlukan untuk mendukung operasi khusus yang dilakukan oleh kepolisian, dan ini tidak boleh terjadi lagi,” kata dia.

(dnu/fjp)