Polres Jakpus Tangkap Pengedar Narkoba, 22 Kg Sabu Disita

Jakarta

Polres Metro Jakarta Pusat menangkap seorang diduga pengedar narkoba. Ada 22 kilogram sabu yang disita dari tersangka berinisial SM (53) tersebut.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Komarudin mengatakan penangkapan terjadi pada Senin (18/7) pukul 21.00 WIB di Medan, Sumatera Utara. Dia menyebut polisi kemudian melakukan penggeledahan di rumah pelaku.

“SM (53) kami amankan setelah itu kami lakukan penggeladahan rumah. Dari rumah SM, kami melakukan penggeladahan dan berhasil diamankan sebanyak 22 kantong kemasan teh China. Diduga di dalamnya berisi sabu. Setelah kita lakukan penimbangan tercatat total bruto seluruhnya 21.950 gram hampir 22 ribu gram,” kata Komarudin dalam konferensi pers di Polres Metro Jakpus, Kamis (21/7/2022).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Komarudin mengatakan SM diduga terlibat dalam jaringan narkoba Malaysia-Aceh-Medan-Jakarta. Dia menyebut ada 30 kantong sabu yang dikirim dari Malaysia ke Aceh menggunakan perahu lalu dikirim ke Medan menggunakan jalur darat hingga sampai ke tangan SM.

“Dari 30 kantong itu sudah terbagi-bagi menjadi tiga kelompok, kelompok pertama mengambil 3 paket, kelompok kedua mengambil 5 paket untuk diedarkan di daerah Medan dan Aceh, dan SM mendapatkan paling banyak di mana pengakuannya mendapatkan upah Rp 10 juta per kantong,” katanya.

Komarudin mengatakan penangkapan SM merupakan pengembangan dari penangkapan DS (44) dan M (47) yang lebih dulu ditangkap Polres Jakpus. Dia menyebut ada 1 kilogram sabu yang diamankan dari penangkapan DS dan M.

“Mereka mengirimkan narkoba jenis sabu melalui kurir dengan sandi ‘burung pembawa sabu’ dan diterima di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang. Dari situ kita berhasil mengamankan sebanyak 1 kilogram sabu ataupun tepatnya 1.034,5 gram sabu,” katanya.

Dia menyebut DS dan M mengirimkan narkoba dari Medan ke Jakarta dengan cara memasukkannya ke dalam baju. Komarudin menyebut dari sejumlah tersangka yang sudah diamankan, sebanyak dua pelaku AD dan HR masih dalam pencarian orang (DPO).

“Modus yang digunakan sehingga bisa lepas pengawasan, di mana M membawa barang tersebut dan diselipkan di badannya di dalam baju, jadi dikeluarkan dulu dari tas dan dilepas barang-barang yang melekat di tubuhnya,” kata Komarudin.

Komarudin mengatakan sabu seberat 22 kilogram tersebut bernilai Rp 30,8 miliar.

“Polres Jakarta Pusat akan terus melakukan perburuan terhadap peredaran narkoba di mana hasil capaian yang saat ini kita rilis dikalkulasikan dengan berat 22 kilogram sabu kita berhasil menyelamatkan sebanyak 88 ribu jiwa. Kemudian untuk 22 kilogram sabu ini dihargakan total keseluruhannya Rp 30,8 miliar,” katanya.

Saat ini, SM telah ditahan di Polres Metro Jakarta Pusat. SM dijerat Pasal 114 ayat 2 sub-Pasal 112 ayat 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman mati ataupun penjara maksimal 20 tahun.

Lihat juga video ‘Kabur ke Sungai, Kurir Narkoba di Lampung Tewas Tenggelam’:

[Gambas:Video 20detik]

(haf/haf)