Polri Pastikan Video Dinarasikan Tumpukan Dolar di Rumah Sambo Hoax!

Jakarta

Sebuah video yang menunjukkan tumpukan uang dolar yang disebut bernilai Rp 900 miliar dan dinarasikan ada di rumah Irjen Ferdy Sambo viral di media sosial. Polri memastikan bahwa video tersebut adalah hoaks.

Berdasarkan video yang dilihat detikcom, Selasa (23/8/2022), tumpukan dolar itu diwadahi oleh koper berwarna silver. Tumpukan uang dalam koper itu ada di sebuah lorong, namun tidak diketahui di mana lorong itu berada. Tak ada orang yang disorot oleh perekam video.

Video ini diunggah oleh akun Twitter @Miss_warawiri dan telah di-like oleh 3.000 lebih netizen. Video itu diketahui berdurasi 2 menit 20 detik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam cuitan tersebut, tumpukan dolar dalam koper di video itu dinarasikan sebagai uang Rp 900 miliar di rumah Irjen Ferdy Sambo.

Saat dimintai konfirmasi, Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo memastikan video tersebut tidak benar.

“Tidak benar itu, hoax,” kata Dedi.

Dedi mengatakan pihaknya bakal mendalami soal fakta pada video tersebut. Dalam hal ini Dittipidsiber Polri yang akan bekerja.

“Dittipidsiber yang dalami,” ujarnya.

5 Tersangka Kasus Brigadir J

Kasus tewasnya Brigadir J dipenuhi berbagai kejanggalan sejak awal mencuat. Brigadir J baru diketahui tewas setelah 3 hari terjadinya peristiwa penembakan pada Jumat (8/7) sore.

Pada awal kasus ini diungkap ke publik, disebutkan Brigadir J tewas usai terlibat baku tembak dengan Bharada Richard Eliezer (RE atau E) di rumah dinas Kadiv Propam Polri di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan (Jaksel).

Atas kejanggalan-kejanggalan yang muncul, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membentuk tim khusus untuk membuat terangnya kasus ini. Belakangan terungkap, Brigadir J tewas ditembak dan peristiwa meninggalnya direkayasa.

Polri menetapkan 5 tersangka pembunuhan berencana Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat. Di antaranya Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bharada E, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Ma’ruf.

Ferdy Sambo berperan memerintah Bharada E menembak Brigadir J dan merekayasa kasus tersebut. Sedangkan Bharada RE berperan menembak Brigadir J. Sementara Bripka RR dan KM berperan ikut membantu dan menyaksikan penembakan korban.

Kelimanya dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana subsider Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan juncto Pasal 55 juncto 56 KUHP. Kelima tersangka juga ditahan.

Dalam kasus ini, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membentuk tim khusus dalam mengusut tuntas. Kejadian ini terjadi di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, pada Jumat (8/7).

Simak video ‘KPK Undang LPSK Terkait Kasus Dugaan Suap Ferdy Sambo’:

[Gambas:Video 20detik]

(azh/imk)