Poster Bacalon Semakin Marak

poster bacalon semakin marak

PURWOKERTO-Poster bakal calon baik bupati maupun wakil bupati semakin marak. Bahkan, sejumlah bacalon terus menggencarkan sosialisasinya untuk memperkenalkan dirinya, melalui media poster/banner/baliho.

Meski demikian ada yang menarik jika mengamati poster bacalon Ifan Haryanto. Dalam poster tersebut tertulis ‘calon bupati Banyumas 2018'. Jika melihat dari tahapan di masing-masing parpol, sejauh ini belum ada yang menurunkan rekomendasi nama tertentu untuk menjadi pasangan calon bupati dan wakil bupati.

poster bacalon semakin marak
MAKIN MARAK : Tukang becak menunggu penumpang di bawah baliho Bakal Calon Bupati Banyumas di simpang Karangbawang Purwokerto. DIMAS PRABOWO/RADAR BANYUMAS

Berkaitan dengan maraknya poster tersebut Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Banyumas belum melakukan penindakan apapun. Pasalnya, sampai saat ini hal tersebut masih diperbolehkan bagi siapapun untuk mensosialisasikan dirinya, khususnya mereka yang ingin maju dalam Pilkada 2018 mendatang, mengingat belum masuk pada tahapan pendafataran pasangan calon.

Ketua Panwaslu Kabupaten Banyumas, M Tohir Ashidiqi mengatakan untuk saat ini masih diperbolehkan bagi siapa pun untuk menyosialisasikan dirinya masing masing. Tujuannya, agar masyarakat juga bisa menilai bakal-bakal calon atau perserorangan yang meniatkan diri maju sebagai calon bupati dan wakilnya.

“Sepanjang tidak melanggar Perda tentang Reklame, itu masih diperbolehkan untuk sekarang. Lagipula mereka yang memasang baliho juga belum tahu dapat rekom partai atau tidak. Seluruhnya tanggung jawab masing masing secara pribadi bukan partai,” kata dia.

“Materi baliho juga diimbau tidak memgandung unsur SARA, atau menjelekkan orang atau partai lain. Karena saat ini belum masuk tahapan pendaftaran bakal calon maka regulasi ketertiban umum sata ini ada di ranah Satpol PP, termasuk soal perizinan pajak reklame atau retribusinya ke Pemda,” tegasnya.

Ketua KPU Banyumas, Unggul Warsiadi mengatakan, untuk saat ini hal itu belum menjadi domain dari KPU Banyumas. Sehingga KPU juga tidak bisa berkomentar banyak. Terkait tulisan yang tertera pada poster/baliho, menurutnya sah-sah saja dan masih dibebaskan.

“Jangankan tulisan calon bupati, ditulis calon presiden 2019 juga tidak apa-apa, karena memang belum masuk pentahapan untuk penetapan calon,” candanya.

Dikonfirmasi terkait hal itu, hingga saat ini Ifan Haryanto mengaku optimis dalam perebutan rekomendasi parpol. Sejauh ini dia sudah mendaftar bacalon bupati di tiga partai, yakni PDI Perjuangan, PKB, dan PKS.

“Saya optimis. Dan itu (tulisan di poster) menjadi doa juga bagi saya,” tegasnya.(bay/ttg)

Sumber:

Poster Bacalon Semakin Marak

poster bacalon semakin marak

PURWOKERTO-Poster bakal calon baik bupati maupun wakil bupati semakin marak. Bahkan, sejumlah bacalon terus menggencarkan sosialisasinya untuk memperkenalkan dirinya, melalui media poster/banner/baliho.

Meski demikian ada yang menarik jika mengamati poster bacalon Ifan Haryanto. Dalam poster tersebut tertulis ‘calon bupati Banyumas 2018'. Jika melihat dari tahapan di masing-masing parpol, sejauh ini belum ada yang menurunkan rekomendasi nama tertentu untuk menjadi pasangan calon bupati dan wakil bupati.

poster bacalon semakin marak
MAKIN MARAK : Tukang becak menunggu penumpang di bawah baliho Bakal Calon Bupati Banyumas di simpang Karangbawang Purwokerto. DIMAS PRABOWO/RADAR BANYUMAS

Berkaitan dengan maraknya poster tersebut Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Banyumas belum melakukan penindakan apapun. Pasalnya, sampai saat ini hal tersebut masih diperbolehkan bagi siapapun untuk mensosialisasikan dirinya, khususnya mereka yang ingin maju dalam Pilkada 2018 mendatang, mengingat belum masuk pada tahapan pendafataran pasangan calon.

Ketua Panwaslu Kabupaten Banyumas, M Tohir Ashidiqi mengatakan untuk saat ini masih diperbolehkan bagi siapa pun untuk menyosialisasikan dirinya masing masing. Tujuannya, agar masyarakat juga bisa menilai bakal-bakal calon atau perserorangan yang meniatkan diri maju sebagai calon bupati dan wakilnya.

“Sepanjang tidak melanggar Perda tentang Reklame, itu masih diperbolehkan untuk sekarang. Lagipula mereka yang memasang baliho juga belum tahu dapat rekom partai atau tidak. Seluruhnya tanggung jawab masing masing secara pribadi bukan partai,” kata dia.

“Materi baliho juga diimbau tidak memgandung unsur SARA, atau menjelekkan orang atau partai lain. Karena saat ini belum masuk tahapan pendaftaran bakal calon maka regulasi ketertiban umum sata ini ada di ranah Satpol PP, termasuk soal perizinan pajak reklame atau retribusinya ke Pemda,” tegasnya.

Ketua KPU Banyumas, Unggul Warsiadi mengatakan, untuk saat ini hal itu belum menjadi domain dari KPU Banyumas. Sehingga KPU juga tidak bisa berkomentar banyak. Terkait tulisan yang tertera pada poster/baliho, menurutnya sah-sah saja dan masih dibebaskan.

“Jangankan tulisan calon bupati, ditulis calon presiden 2019 juga tidak apa-apa, karena memang belum masuk pentahapan untuk penetapan calon,” candanya.

Dikonfirmasi terkait hal itu, hingga saat ini Ifan Haryanto mengaku optimis dalam perebutan rekomendasi parpol. Sejauh ini dia sudah mendaftar bacalon bupati di tiga partai, yakni PDI Perjuangan, PKB, dan PKS.

“Saya optimis. Dan itu (tulisan di poster) menjadi doa juga bagi saya,” tegasnya.(bay/ttg)

Sumber: