Potensi Bencana di Banyumas Makin Besar

potensi bencana di banyumas makin besar

grafis bencana banyumas
GRAFIS

PURWOKERTO-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas terus melakukan pemetaan potensi bencana yang mungkin terjadi di Kabupaten Banyumas.

Catur Hari Susilo, Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Banyumas menjelaskan, beberapa dampak yang mungkin terjadi akibat dari musim hujan yakni banjir, tanah longsor, dan puting beliung. Banjir yang mungkin terjadi ada tiga jenis, banjir luapan, genangan, dan bandang.

Menurutnya, banjir luapan memiliki potensi besar terjadi di daerah perkotaan Purwokerto. Wilayah perkotaan yang menjadi daerah rawan banjir adalah Purwokerto Selatan dan Purwokerto Timur. Di dua daerah tersebut paling sering mengalami banjir luapan dan banjir genangan.

Untuk wilayah utara Banyumas, potensi bencana yang mungkin terjadi ialah angin puting beliung. Untuk wilayah kota Purwokerto hingga ke selatan, berpotensi banjir. Serta untuk wilayah barat memiliki potensi tanah longsor “Purwokerto Selatan dan Purwokerto Timur rentan banjir luapan dan genangan,” tuturnya.

Untuk wilayah utara, jelasnya, merupakan daerah rawan angin puting beliung dikarenakan wilayah tersebut masuk ke dalam wilayah lereng gunung. Adapun wilayah di bagian utara yang berpotensi terjadi angin puting beliung antara lain yaitu Baturraden, Kembaran, Sumbang, Kedung Banteng, Cilongok, dan Ajibarang.

Sedangkan untuk wilayah lain, daerah Sumpiuh, Tambak, dan Kemranjen berpotensi terkena banjir genangan. Hal tersebut dikarenakan tiga daerah tersebut paling dekat dengan pesisir. Untuk banjir bandang daerah dekat tanggul maupun bendungan.

Potensi bencana yang berisiko terjadi di musim hujan lainnya adalah tanah longsor. Catur menjelaskan, 18 Kecamatan yang ada di Kabupaten Banyumas rawan longsor. Menurutnya enam Kecamatan dengan risisko paling besar terjadi longsor ialah Kecamatan Gumelar, Lumbir, Somegede, Tambak, Pekuncen, dan Ajibarang. (lin)

Sumber: