Potensi Meluas, DPU Amankan lokasi Longsor

potensi meluas, dpu amankan lokasi longsor

Tanah longsir di ruas jalan Windujaya

PURWOKERTO – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Banyumas baru bisa melakukan pengamanan di ruas jalan Windujaya, Kecamatan Kedung Banteng yang longsor. Sebab, perlu dilakukan pengkajian sebelum dilakukannya perbaikan.

Kepala DPU Kabupaten Banyumas, Irawadi ketika ditemui di Kantor DPU, Selasa (28/11) menjelaskan, belum adanya penanganan langsung, menurut Irawadi, dikarenakan kemungkinan longsoran yang belum berhenti. Ia mengatakan, jika langsung ditangani ada kemungkinan akan terjadi kerusakan kembali.

Ia menerangkan, akan dilakukannya pengecekan ruas jalan. Apakah dimungkinkan pengalihan jalan atau ditangani secara darurat, seperti menggunakan bronjong.

Baca:
Jembatan Ambrol, Mandiraja – Purwanegara Terputus

Nenek 70 Tahun Tertimpa Dapur Ambruk

Jalan Widujaya, 4 kali longsor

“Tim DPU sudah berangka bersama tim geologi akan melihat bagaimana pergeseran tanahnya,” terang Irawadi.

Dirinya menjelaskan, pengecekan pergeseran tanah dilakukan guna mengidentifikasi geseran yang bersifat luas atau lokal. Irawadi mengatakan, jika sifatnya lokal maka akan lebih mudah ditangani.

Seperti dijelaskan oleh Irawadi, jika ternyata longsoran bersifat lokal maka bisa langsung ditangani. Namun, jika sifatnya lebih luas, menurutnya, harus menunggu kondisi tanah hingga stabil.

“Karena ini yang longsor bukan jalannya tetapi tanah di bawah jalannya,” jelas ia.

Irawadi mengungkapkan, jika ruas jalan Winduaji Kecamatan Kedung Banteng bisa ditangani secara darurat maka akan ditangani. Tetapi menurut ia, kerusakan akibat tanah longsong tidak bisa ditangani secara darurat. Harus langsung dengan penanganan permanen.

Sedangkan untuk penanganan permanen, diterangkan Irawadi, membutuhkan perencanaan terlebih dahulu. Dengan demikian, menurutnya, akan dimasukkan pada anggaran 2019. Karena saat ini sudah memasuki akhir tahun.

“Mungkin sebulan, dua bulan kita rencanakan. Maret atau April baru bisa kita mulai,” terangnya.

Irawadi menambahkan, sembari menunggu perbaikan jalan, solusinya adalah dengan menutup akses jalan tersebut. Dirinya menuturkan, dalam dua hari ke depan akan dilihat kondisinya. Jika nantinya dikerjakan pada tahun 2019, maka akan menjadi prioritas perbaikan. (lin)

Sumber: