Purwokerto Edu Park Tawarkan Konsep Baru

purwokerto edu park tawarkan konsep baru

terapi air  terapi air menjadi salah satu kegiatan di purwokerto edu parkbayu indra kusumaradarmas
Terapi air : terapi air menjadi salah satu kegiatan di purwokerto edu park/bayu indra kusuma/radarmas

Kolaborasi Games dan Pendidikan Agama

PURWOKERTO – Degradasi moral, mental dan karakter anak di era sekarang ini cukup mengkhawatirkan. Hal itulah yang membuat Purwokerto Edu Park mencoba menghadirkan sesuatu yang baru dengan konsep spiritual outbond.

Pengelola Purwokerto Edu Park, Hanindyo mengatakan, melalui konsep tersebut para peserta didik akan bisa memahami antara pendidikan mental, karakter, serta agama secara seimbang. “Tidak hanya games, tetapi juga disisipi siraman rohani untuk peserta didik,” ujarnya pada saat soft launching Purwokerto Edu Park, Rabu (9/3).

Diyo, sapaannya menambahkan, konsep spiritual outbond diakui memang cukup kurang dikembangkan saat ini. Namun melihat perkembangan zaman saat ini, konsep tersebut dinilai tepat untuk membentuk jati diri generasi penerus bangsa.

Segmentasi yang digagas pada awal pembukaan, akan dimaksimalkan untuk peserta usia antara 11-17 tahun. “Usia segitu biasanya anak sudah mampu menangkap pesan spiritual yang disampaikan oleh instruktur,” jelasnya.

Lebih lanjut, untuk ke depan Purwokerto Edu Park akan mengembangkan untuk beberapa segmentasi. Seperti anak usia di bawah 11 tahun, remaja, dan orang tua. Sehingga output yang didapat berupa pembentukan mental, pemahaman agama yang lebih baik, hingga peningkatan rasa kepercayaan diri anak, termasuk mencari dan mengembangkan potensi anak.

“Jadi nanti edukasi dan pembinaan tidak hanya dilakukan pada anak, tetapi juga pada orang tua masing-masing anak,” jelasnya.

Konseptor sekaligus intruktur Ustad Arif Abu Syamil mengatakan, upaya tersebut muncul dari kegelisahan orang tua terhadap anaknya. Menurutnya, masing-masing orang tua sebenarnya memahami permasalahan yang ada pada anak, hanya saja untuk melangkah lebih maju cukup sulit.

“Kita mencoba menemukan permasalahan masing-masing anak, untuk mencari solusi yang tepat,” ujarnya.

Dijelaskan, beberapa orang tua saat ini masih fokus terhadap intelektual anak melalui berbagai kegiatan seperti les atau kursus. Sehingga kebanyakan melupakan salah satu hal yang terpenting dalam membentuk karakter anak, yaitu pemahaman spiritual.

“Salah satu upayanya dengan menerapkan terapi air. Karena saat anak sudah masuk ke air, nantinya akan terlihat karakter yang sebenarnya. Itu bisa jadi modal untuk lebih memfokuskan solusi baik pada anak maupun pada orang tua,” tegasnya. (bay/sus)

Sumber: