Rehab Sekolah Tergantung Dapodik

rehab sekolah tergantung dapodik

PURWOKERTO – Ratusan sekolah rusak di Kabupaten Banyumas masih menunggu pencairan dana. Hal ini disebabkan, untuk perbaikan sekolah rusak kategori berat mengacu pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang diusulkan ke pemerintah pusat.

Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas Gunandi mengatakan, bulan ini semua sekolah rusak sudah mengajukan anggaran perbaikan ke pemerintah pusat melalui Dapodik. Dengan pengajuan melalui Dapodik, pihaknya tidak mengetahui secara pasti anggaran yang akan dikeluarkan.

“Baik jumlah dana yang dikucurkan maupun sekolah mana saja yang akan mendapatkan, itu tergantung dari pusat. Kami tidak mengetahui,” jelasnya.

Hal itu karena model pengajuan dana rehab tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Dinas Pendidikan sama sekali tidak mengetahui alokasi anggaran yang diperuntukan untuk mendanai kebutuhan rehab sekolah.

Menurut dia, jumlah sekolah yang mengalami kerusakan tahun ini berkurang jika dibandingkan tahun lalu. Angka kerusakan mencapai 1.439 ruang kelas. Yakni 114 ruang kelas masuk kategori rusak berat, 167 rusak sedang dan 1.158 ruang kelas rusak ringan.

“Kami berharap sekolah bisa bersabar menunggu kepastian dari pemerintah pusat. Sebab mekanisme penerima dana bantuan seperti itu. Jadi pengajuannya tidak lagi menggunakan proposal seperti biasanya,” tuturnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas Purwadi Santoso berjanji akan terus melakukan pembenahan terkait sekolah yang mengalami kerusakan. “Sekolah yang mengalami kerusakan di Banyumas terus bergantian, jadi penerima dana bantuan juga berbeda. Dipastikan angka kerusakan sekolah akan berkurang. Sebab tiap tahun selalu ada dana bantuan dari pemerintah untuk melakukan pembenahan bangunan sekolah,” katanya. (ida/sus)

Sumber: