Rektor UNS Apresiasi Langkah Kapolri Selesaikan Kasus Ferdy Sambo

Jakarta

Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Profesor Jamal Wiwoho mengatakan masyarakat memberikan apresiasi yang luar biasa pada Polri setelah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan tim khusus bentukannya mengungkap secara transparan kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J. Jamal juga mengatakan langkah Sigit sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang meminta agar kasus tewasnya Brigadir Yoshua di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo diungkap sesuai fakta.

“Dengan Selasa (9/8/2022) malam disampaikan itu tersangkanya (ada) empat (orang), satu di antaranya adalah bintang dua (Irjen Ferdy Sambo), itu masyarakat sudah mengapresiasi (Polri) luar biasa. Saya mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan oleh Kapolri untuk menyelesaikan kasus yang menewaskan brigadir Yoshua secara tuntas, apa adanya sebagaimana yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo,” kata Jamal kepada wartawan, Rabu (10/8).

Jamal mencatat Jokowi menyampaikan arahan terkait kasus yang menimbulkan keraguan publik ini di berbagai kesempatan. “Di berbagai kesempatan, Pak Presiden kan konsisten, ‘Kapolri, selesaikan itu',” imbuh Jamal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jamal juga mengapresiasi keterbukaan Polri selama proses pengusutan kasus yang awal mulanya diskenariokan ‘tembak menembak' oleh Ferdy Sambo, hingga akhirnya dinyatakan sebagai kasus pembunuhan berencana oleh tim khusus bentukan Kapolri.

“Saya juga mengapresiasi pelibatan dari Komnas HAM, LPSK, tim forensik. (Tim forensik yang melakukan autopsi ulang jenazah Brigadir J) tidak hanya Polri, tapi ada juga dari Angkatan Darat, ahli-ahli forensik untuk mengungkap kebenaran, fakta-fakta yang terjadi, serta motif di balik pembunuhan itu. Dulu namanya tembak menembak, sekarang sudah (Pasal) 338, 340 (KUHP), pembunuhan lah,” ujar Jamal.

Jamal kemudian menyampaikan saat ini rasa penasaran publik masih tertuju pada motif di balik pembunuhan berencana Brigadir J, yang dilakukan Ferdy Sambo dan tiga anak buahnya. Jamal yakin Sigit sudah mengantongi motif tersebut.

“Nampaknya masyarakat masih ingin bahwa kejelasan case posisinya itu seperti apa, atau modus operandi itu ada apa sampai seperti itu. Walaupun saya yakin Kapolri sebagai pimpinan sudah tahu. Motifnya yang belum diketahui itu, masyarakat juga menunggu,” ucap Jamal.

Kendati, Jamal yakin dan memaklumi sikap Polri yang belum menyampaikan motif pembunuhan berencana Brigadir J karena faktor kehati-hatian. Apalagi, tambahnya, pembuktian kasus ini dilakukan secara ilmiah.

“Karena kehati-hatiannya dan apa yang disampaikan beliau (Kapolri), akan membuktikan dengan scientific. Ya kita tunggu,” tutur Jamal.

(aud/fjp)