Respons Wagub soal ‘SP-2’ dari Koalisi Warga DKI untuk Anies

Jakarta

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria angkat bicara mengenai surat peringatan kedua (SP-2) yang diberikan oleh Koalisi Perjuangan Warga Jakarta (Kopaja) kepada Gubernur Anies Baswedan. Riza memandang surat itu hanya mewakili kelompok masyarakat tertentu.

“Itu kan versi kelompok masyarakat. Masyarakat kan banyak, ada 10,5 juta warga Jakarta. itu warga yang mana?” kata Riza kepada wartawan, Selasa (23/8/2022).

Kendati begitu, Riza menghargai setiap kritik maupun pendapat yang disampaikan oleh masyarakat. Dia lantas mengajak seluruh masyarakat duduk bersama menilai program kerja mana saja yang telah dijalani oleh Pemprov DKI.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tapi kita kan hormati jangankan seribu orang. Satu orang aja punya pendapat, kita hormati, kita hargai. Jadi silakan kelompok masyarakat yang memberikan pendapat, kritik, rekomendasi, usulan, itu kita hormati. Kita bisa duduk sama-sama melihat mana yang sudah, mana yang belum. Apa programnya,” ujarnya.

Politikus Gerindra itu juga mempersilakan masyarakat membuat perbandingan realisasi program kerja dari periode kepemimpinan Anies dengan gubernur sebelumnya. Menurutnya, perbandingan itu dapat memperlihatkan kinerja Pemprov DKI dalam membangun Kota Jakarta.

“Yang penting masyarakat bisa membandingkan, dalam setiap periode sebelum-sebelumnya, masyarakat bisa membandingkan mana program 2017-2022 yang sudah dilaksanakan, begitu juga 2012-2017, 2009-2014, 2004-2009, seterusnya. Jadi, dari program-program itu masyarakat bisa secara terbuka membuat tabel, membandingkan, mana yang sudah dan mana yang belum,” jelasnya.

“Sehingga masyarakat melihat, di periode yang mana, terjadi pembangunan yang lebih baik,” tambahnya.

Riza juga memandang penyelesaian permasalahan krusial yang terjadi di Jakarta membutuhkan proses panjang. Seperti penanganan banjir, menurutnya, masalah ini tak bisa diselesaikan hanya dengan satu periode kepemimpinan gubernur.

Kendati begitu, dia mengajak masyarakat melihat aspek lainnya yang berhasil dibenahi DKI selama kepemimpinan Anies Baswedan.

“Tidak bisa semua seperti membalikkan tangan. Semua tiba-tiba macet, selesai dalam satu periode, tidak mungkin ya. Banjir selesai dalam satu periode, ya tidak mungkin. Tapi kita lihat transportasi kita membaik tidak? Kan jelas. Ada penambahan nggak pengguna angkutan publik? Kan jelas ada peningkatan yang signifikan,” tandasnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Saksikan juga ‘Anies Bocorkan Gaji PNS DKI Fresh Graduate S1: Rp 12-18 Juta Per Bulan’:

[Gambas:Video 20detik]