Sekjen PDIP Ungkit Pernah Tegur Kepala Daerah Gegara Sering ke Jakarta

Jakarta

Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto berbicara soal instruksi partai terhadap kader agar selalu fokus di daerah masing-masing dalam menyambut pertarungan politik 2024. Hasto kemudian mengungkit pernah memberikan teguran secara tertulis kepada seorang kepala daerah yang dinilai sering berkunjung ke DKI Jakarta.

Hasto mulanya menjelaskan PDIP punya mekanisme sendiri soal penugasan kader setiap berkunjung ke daerah di luar wilayah pemilihannya. Menurutnya, kader partai harus mengantongi surat penugasan dari dewan pimpinan pusat (DPP) atau undangan dari kepala daerah yang akan dikunjunginya.

“Kalau sebagai kader partai untuk bertemu dengan struktur partai harus melalui penugasan atau surat undangan. Karena ada aturan untuk adanya kerja sama pengurus partai baik kepala daerah provinsi ke kabupaten atau kota atau sebaliknya. Itu ada mekanisme partai dan harus dikomunikasikan,” ujar Hasto dalam diskusi melalui Zoom Meeting, Kamis (21/7/2022). Hasto menjawab pertanyaan soal Ganjar Pranowo dinilai sering ke luar daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Setiap saya memberikan pengarahan, misalnya di dalam rapat kerja daerah, saya juga membawa surat tugas dari DPP,” lanjut Hasto.

Hal itu, kata Hasto, dilakukan lantaran Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri telah menginstruksikan seluruh kader harus melakukan soft campaign. Dia menuturkan PDIP pun telah memberikan sejumlah batasan yang harus dilaksanakan kadernya. Saat itulah Hasto mengungkit soal teguran itu.

“Batasan yang diberikan PDI Perjuangan adalah bagi kepala daerah yang akan menjalankan tugasnya tentu saja skala prioritas harus ditempatkan di wilayah yang dipimpinnya, kita tidak ingin seorang kepala daerah tidak mengakar dan tidak membangun legasi di wilayahnya,” kata Hasto.

“Kami pernah mengkritik dengan memberikan teguran tertulis kepada kepala daerah yang terlalu sering ke Jakarta. Karena ketika menjadi kepala daerah ya tugasnya membangun kemajuan daerahnya. Jadi setiap kader partai harus konsentrasi dengan tugas di wilayahnya,” sambungnya.

Lebih lanjut, Hasto menjelaskan terkait soft campaign yang dia sebutkan yakni semata untuk kepentingan partai. Dia menyebut soft campaign yang dipesankan Megawati itu agar dapat mengokohkan posisi partai di mata rakyat.

“Bukan pencitraan orang per orang. Ini adalah soft campaign yang membumi untuk bisa menjawab masalah dengan turun di tengah rakyat karena kita tidak ingin pemimpin yang diusung PDI Perjuangan itu mengawang-awang, pemimpin harus mengakar kuat bagaikan pohon cemara udang,” katanya.

“Kalau sudah mengakar kuat maka ketika menerima terjangan tsunami cemara udang ini akan kokoh menghadapi tsunami. Ini soft campaign yang diperintahkan oleh Bu Ketum agar kepemimpinan partai dan kader partai mengakar kuat sehingga mampu menghadapi berbagai terjangan yang dahsyat sekali pun,” lanjutnya.

Lihat juga video ‘Dua Aspek Penting Aturan Penunjukkan PJ Kepala Daerah’:

[Gambas:Video 20detik]

(fca/gbr)