Sempat Minder karena Badannya Pendek

sempat minder karena badannya pendek

berprestasi  noro aji saputra saat mengikuti popnas 2015 dan menjadi juara 3.Noro Aji Saputra, Sprinter Berprestasi Andalan Banyumas

Pelajaran berharga bisa didapat dengan berbagai cara. Seperti yang dialami Noro Aji Saputra. Pemuda kelahiran 6 November 1997 ini menjadi spinter akibat dari “kenakalannya” saat duduk di bangku SMP.

YUDHA IMAN PRIMADI, Purwokerto

Postur putra pasangan Parto Sutoyo dan Sajem tergolong mungil. Namun dengan “kemungilan” inilah, Aji -begitu Noro Aji Saputra biasa disapa- menjadi salah satu sprinter andalam Kabupaten Banyumas.

Dikatakan Aji, awalnya tidak pernah terfikir untuk menjadi sprinter. Dia menjadi sprinter karena kenakalannya saat duduk di bangku SMP. “Pada zaman itu saya sedang nakal-nakalnya. Bahkan saya hampir dikeluarkan dari sekolah karena masalah asmara. Dzikir dua jam pernah saya jalani karena berbicara saru. Hingga pada akhirnya saya diarahkan untuk ikut olahraga lari,” tutur siswa kelas XII SMAN 3 Purwokerto.

Awalnya Aji selalu kalah. Bahkan saat melawan anak perempuan. Menyadari minimnya kemampuan yang dimiliki, Aji terus berlatih keras untuk menambah kecepatan larinya.

Pingsan saat berlatih karena kurang istirahat, sampai harus dilarikan ke rumah sakit karena cidera hamstring pernah dialami Aji. Namun semua itu tidak membuat Aji menyerah. Dia terus saja berlatih keras.

“Sempat ada rasa minder karena badan saya yang terpendek saat itu. Mau mundur tambah malu, akhirnya saya putuskan untuk tetap turun. Di luar dugaan saya bisa mengalahkan pelari-pelari dengan postur tinggi. Dari situ saya mulai percaya diri jika saya mampu menjadi seorang sprinter yang handal,” tutur anak bungsu dari empat bersaudara ini.

Bagi Aji, kekurangan yang dimiliki bukan untuk diratapi atau disembunyikan. Sebaliknya dirinya percaya dibalik sebuah kekurangan, Allah SWT pasti telah memberikan kelebihan. “Kelebihan itu yang harus terus digali dan dioptimalkan,” ujarnya.

Dikatakan Aji, sosok yang menginspirasi yakni sprinter asal NTB peraih emas SEA Games di nomor 4x100m, M. Fadlin. “Meski posturnya pendek, tapi larinya kencang. Termasuk sprinter asal Jamaica, Yohan Blake. Kisah mereka berdua memacu saya untuk pantang menyerah berlari secepat mungkin sampai garis finish,” jelas dia.

Di akhir masa sekolahnya, Aji berkeinginan melanjutkan pendidikannya di sekolah pendidikan TNI Angkatan Darat di Kota Magelang. “Saya ingin meneruskan di Akmil. Disana saya tetap bisa menjadi sprinter dengan bergabung bersama Persatuan Atletik Angkatan Darat (PAAD). Jadi selain mengabdi untuk bangsa dan negara, saya tetap bisa mengukir prestasi,” harapnya.

Berbagai prestasi yang telah diraih Aji di tahun 2015 antara lain juara 3 lari 100 meter 02SN, juara 2 lari 100 meter dan juara 3 lari 200 meter Popda, juara 3 Popnas Estafet 4 x 100 meter, juara 3 lari 200 meter Kejurprov, menyabet 4 medali sekaligus sebagai juara 2 lari 4×100 meter, lari 4×400 meter dan juara 3 lari 100 meter dan 200 meter di ajang Porwildulongmas dan menjadi juara 2 sprint contest lari 100 meter.

“Seingat saya hanya itu. Untuk waktu dan tempatnya saya kurang begitu mengingat jelas,” tuturnya. (*/sus)

Sumber: