Setjen MPR RI Ajak Gen Z Warnai Medsos dengan Nilai Luhur Bangsa

Jakarta

Plt. Deputi Administrasi Setjen MPR RI Siti Fauziah ajak generasi Z untuk turut berkontribusi terhadap penerapan nilai-nilai luhur kebangsaan. Hal tersebut diungkapkan olehnya saat menjadi pembiacara Sarahsehan Kehumasan MPR RI di UIN Sunan Kalijaga, Jumat (22/7/2022).

Ia menambahkan, peran generasi muda terhadap kemajuan bangsa Indonesia sudah sejak lama dilakukan. Salah satu hasil nyatanya yakni ketika Indonesia sukses meraih kemerdekaan.

Dari momen tersebut, kini, saatnya generasi Z untuk melanjutkan tongkat estafet agar Indonesia menjadi lebih maju. Siti mengatakan, generasi Z bisa memainkan peran di sektor teknologi. Pasalnya, saat ini, sudah memasuki era modern saat perkembangan teknologi informasi semakin canggih.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tidak dipungkiri, kemajuan teknologi tersebut memang mempermudah kehidupan. Antara lain, komunikasi semakin mudah, hiburan makin beragam, belanja tidak harus ke toko konvensional tapi cukup melalui aplikasi di smartphone. Malah, saat pandemi COVID-19 melanda, hampir seluruh bidang kehidupan mengandalkan teknologi ini,” kata Siti dalam keterangannya, Sabtu (23/7/2022).

Khusus untuk media sosial, ia mengatakan teknologi tersebut memiliki dua sisi yakni positif dan negatif. Jika media sosial dimanfaatkan untuk mencari informasi oleh mahasiswa untuk keperluan riset atau referensi tambahan, maka hal tersebut tergolong positif.

Di sisi lain, sayangnya media sosial turut memiliki sisi negatif yakni bisa menjadi salah satu instrumen menyebarkan berita bohong atau hoax. Hal itu lah tentu yang harus antisipasi sebab kalau tidak bisa berdampak negatif dalam kehidupan bermasyarakat.

“Kita masih melihat maraknya penyebaran berita hoax di medsos. Untuk itu, saya tekankan, manfaatkan medsos dengan baik dan bijak. Jadikan medsos sarana berbuat kebajikan, warnailah medsos dengan nilai-nilai luhur bangsa seperti gotong royong, persatuan, kebhinnekaan serta toleransi, dan hal baik lainnya,” jelas Siti.

Terkait Sarasehan Kehumasan MPR , Siti menjelaskan bahwa acara tersebut adalah program Sekretariat Jenderal MPR dengan menyapa mahasiswa di berbagai perguruan tinggi, untuk membahas dan mendiskusikan tentang pemuda Indonesia sebagai generasi penerus bangsa. Pemilihan kata ‘Menyapa Sahabat Kebangsaan' sendiri memiliki makna yang dalam, yakni MPR ingin menjadi sahabat mahasiswa.

“Dengan menjadi sahabat, kita akan saling berbagi, saling mengingatkan dan saling mendukung. Sebagai sahabat, MPR menjelaskan semuanya tentang apa itu MPR, tugas dan kewenangannya sehingga mahasiswa menjadi bertambah wawasannya. Sebaliknya, jika mahasiswa ada masukan, saran serta gagasan apapun yang baik demi MPR dan negara secara luas, maka tangan MPR terbentang lebar. Acara ini juga untuk mengukuhkan peran MPR sebagai rumah kebangsaan, pengawal ideologi Pancasila dan kedaulatan rakyat,” katanya.

Ia menambahkan, gedung MPR RI terbuka untuk mahasiswa dan umum yang ingin mencari referensi. Ada banyak koleksi buku yang bisa dimanfaatkan oleh mahasiswa dan masyarakat umum ketika berkunjung ke gedung MPR RI.

“Jika ada keperluan ingin mendapatkan buku-buku yang berisikan informasi tentang MPR dan produk-produknya, mahasiswa bisa datang ke perpustakaan MPR. Di sana ada beberapa buku yang tidak diperjualbelikan, hanya ada di perpustakaan MPR,” tutup Siti.

Simak juga ‘Kontrol Diri Sebelum Mengunggah di Medsos':

[Gambas:Video 20detik]

(fhs/ega)