Sidang Perdana Eks Dirjen Kemendag-Lin Che Wei di Kasus Minyak Goreng Ditunda

Jakarta

Sidang perdana mantan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Dirjen Daglu Kemendag) Indra Sari Wisnu Wardhana dan Lin Che Wei dalam kasus korupsi pemberian izin ekspor CPO, produk turunannya atau minyak goreng ditunda. Kuasa hukum Wisnu, Jefri Moses, menyebut sidang ditunda karena ketua majelis hakim sedang sakit.

“Informasi dari panitera hakim sakit, sidang tunda,” kata Jefri Moses di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Bungur Raya, Jakarta Pusat, Rabu (24/8/2022).

Jefri menerangkan, sidang ditunda dan akan kembali digelar Rabu (31/8) depan. “Ditunda seminggu,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, kuasa hukum Lin Che Wei, Maqdir Ismail menyebut sidang untuk kliennya juga ditunda dan akan digelar juga pada Rabu (31/8). Maqdir menyebut penundaan sidang ini disampaikan secara lisan oleh panitera.

“Rencana sidang ditunda satu minggu ya. Jadi ini tadi disampaikan seperti itu. Jadi kita kami secara resmi kalau menurut panitera tadi, masing-masing terdakwa dan penasihat hukumnya akan diberitahu secara resmi persidangan pada minggu yang akan datang, secara lisan sudah disampaikan, persidangan ditunda satu minggu, yaitu hari Rabu minggu depan, karena ketuanya sakit,” katanya.

Diketahui, sedianya sidang akan digelar hari ini dengan agenda pembacaan dakwaan di ruang Muhammad Hatta Ali. Sidang rencananya dimulai pukul 09.00 WIB.

“Rabu, 24 Agustus, pukul 09.00 WIB agenda sidang pertama,” tulis SIPP.

Diketahui sebelumnya, Indra Sari Wisnu dan Lin Che Wei akan didakwa merugikan negara sebesar Rp 18 triliun. Kasus Lin Che Wei mengantongi nomor 59/Pid.Sus-TPK/2022/PN Jkt.Pst. Lin Che Wei adalah Penasihat Kebijakan/Analis pada Independent Research & Advisory Indonesia (IRAI) dan selaku Tim Asistensi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia.

Jaksa mendakwa perbuatan itu dilakukan kurun Januari-Maret 2022. Lin Che Wei melakukan perbuatannya bekerja sama dengan:

1. Mantan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Indra Sari Wisnu Wardhana
2. Komisaris Wilmar Nabati Indonesia, Master Parulian Tumanggor
3. Senior Manager Corporate Affair PT Victorindo Alam Lestari, Stanley MA
4. General Manager (GM) Bagian General Affair PT Musim Mas, Pierre Togar Sitanggang

“Secara melawan hukum yaitu memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yaitu perbuatan terdakwa telah memperkaya korporasi yakni perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam grup Wilmar, yaitu PT Wilmar Nabati Indonesia, PT Multimas Nabati Asahan, PT Sinar alam Permai, PT Multimas Nabati Sulawesi, PT Wilmar Bioenergi Indonesia, seluruhnya sejumlah Rp 1.693.219.882.064 perusahan-perusahaan yang tergabung dalam Grup Musim Mas yaitu PT Musim Mas, PT Musim Mas-Fuji, PT Intibenua Perkasatama, PT. Agro Makmur Raya, PT Megasurya Mas, PT. Wira Inno Mas, seluruhnya sejumlah Rp 626.630.516.604,perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam Grup Permata Hijau yaitu dari PT Permata Hijau Palm Oleo, PT Nagamas Palmoil Lestari, PT Permata Hijau Sawit, dan PT Pelita Agung Agrindustri seluruhnya sejumlah Rp 124.418.318.216 yang merugikan Keuangan Negara atau perekonomian negara yaitu merugikan Keuangan Negara sejumlah Rp 6.047.645.700.000 dan merugikan Perekonomian Negara sejumlah Rp 12.312.053.298.925,” demikian bunyi dakwaan jaksa.

Lihat juga video ‘Siasat Lin Che Wei di Korupsi Minyak Goreng yang Bikin Heran’:

[Gambas:Video 20detik]

(whn/yld)