Siswa Harus Belajar Dua Kurikulum

siswa harus belajar dua kurikulum

ilustrasi
Ilustrasi

PURWOKERTO – Ujian Nasional (UN) tahun ini menggunakan irisan Kurikulum 2013 (K-13) dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Sehingga siswa harus diajarkan dengan dua kurikulum sekaligus. Pasalnya, soal yang diujikan akan mencakup materi K-13 dan KTSP.

Kepala SMPN 6 Purwokerto Sugeng Kahanan menjelaskan, saat ini siswa yang menjadi peserta UN sedang dikenalkan dengan kurikulum 2013. “Karena kisi-kisi UN menggunakan irisan dari dua kurikulum, maka siswa juga harus mengenal kurikulum yang tidak diterapkan di sekolahnya. Siswa yang menerapkan KTSP akan dikenalkan dengan K-13 dan sebaliknya,” katanya.

Jika tidak dikenalkan, dikhawatirkan siswa akan binggung saat menghadapi soal ujian. Menurut dia, perbedaan mendasar antara K-13 dan KTSP terletak pada model pembelajaran yang diterapkan.

Untuk K-13 menggunakan pendekatan saintifik, yang memposisikan guru sebagai fasilitator dan mengharuskan anak lebih banyak berbicara selama proses pembelajaran berlangsung. “Pendalaman materi UN sudah mulai dilakukan sejak awal Januari. Saat ini pendalaman materi sedang menggunakan K-13,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas Edy Rahardjo menjelaskan, dengan menggunakan irisan dari dua kurikulum pada dasarnya tidak ada penambahan materi yang diajarkan ke siswa.

Materi yang akan diujikan hanya materi pelajaran yang sama-sama diajarkan baik di K-13 maupun KTSP. Sementara materi yang tidak diajarkan dalam dua kurikulum, tidak akan keluar dalam soal ujian nasional.

“Peserta UN diharap tidak perlu bingung dengan adanya beberapa perubahan dalam konsep kisi-kisi UN. Terpenting tugas siswa adalah belajar dengan giat untuk menyiapkan diri menghadapi UN. Selain itu, UN juga bukan penentu kelulusan siswa. Jadi, siswa tak perlu bingung dengan adanya irisan dua kurikulum yang diterapkan,” terangnya. (ida/sus)

Sumber: