Sosialisasi Empat Pilar oleh Anggota MPR/DPR RI, Wastam SE, SH

sibnews.info, Banyumas – Indonesia sebagai Negara kepulauan dengan segala keragaman yang dimilikinya, saat ini tengah dihadapkan dengan berbagai persoalan yang berpotensi memberikan pengaruh negatif hingga mengancam persatuan dan kesatuan bangsa, salah satunya terkait paham radikalisme. Atas dasar itulah, Wastam SE, SH Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI) mengadakan ‘Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan’ yang disampaikan kepada Tokoh Masyarakat di Kecamatan Baturaden Kabupaten Banyumas.

Sosialisasi digelar pada Senin, 30 Mei 2022 pukul 09.30 WIB di Aula Desa Pamijen, Kecamatan Baturaden, Kabupaten Banyumas. Pada kesempatan tersebut beliau menyampaikan bahwa sosialisasi ini menjadi satu bentuk kegiatan penting berkaitan dengan pengetahuan sebagai warga negara Indonesia yang sudah seharusnya memahami dan mengimplementasikan Empat Pilar Kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

img 20220603 wa0042

“Jika dianalogikan dalam ilmu perilaku organisasi dan mengacu pada salah satu pilar yakni Bhinneka Tunggal Ika. Menjadi sebuah kewajaran ketika adanya perbedaan, misalnya pendapat, latar belakang, dan sebagainya. Tetapi perbedaan tersebut bukan menjadi penghalang, namun adanya kebhinnekaan yang dioptimalkan dan dikelola dengan baik mampu melahirkan sinergitas bahkan menjadi aset organisasi,” tutur Wastam, SE, SH yang juga Anggota DPR RI Dapil Banyumas dan Cilacap.

Di sisi lain, di era milenial ini, kepada yang muda muda sebagai milenial yang kelak menjadi agen perubahan haruslah memahami tentang empat pilar MPR RI, mulai dari Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi Negara serta Ketetapan MPR, Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan Negara,” ungkapnya.

img 20220603 wa0041

Untuk itu, menurut TAP MPR No. VI Tahun 2001 tentang etika kehidupan berbangsa, terdapat banyak tantangan kebangsaan yang harus dihadapi.

“Sekarang ini millenial dinilai masih lemah dalam pemahaman dan penghargaan atas kebhinekaan dan kemajemukan. Untuk itu, generasi milenial ini harus kita selamatkan dari infiltrasi ideologi liberalisme, maupun fundamentalisme dan radikalisme,” jelasnya.

Selain itu, Wastam SE, SH yang juga Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat menambahkan, “Masyarakat juga harus menjaga prinsip-prinsip kehidupan berbangsa dan bernegara. Mari kita jaga bersama kondisi Masyarakat, Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, tetap utuh, aman dan damai,” pungkasnya. (F12)*