Status 2 Kontak Erat Pasien 01 Cacar Monyet: 1 Negatif, 1 Tunggu Hasil

Jakarta

Ada dua orang kontak erat dengan pasien pertama (pasien 01) cacar monyet di Jakarta. Salah satunya dipastikan negatif, sementara satu orang lain masih menunggu hasil pemeriksaan.

Sementara itu, ada dua pasien suspek cacar monyet lainnya di Sulawesi Selatan. Update terbaru terkait cacar monyet diungkap oleh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI Maxi Rein Rondonuwu. Maxi menyebut rincian suspek cacar monyet antara lain dua di Jakarta dan dua di Makassar, Sulawesi Selatan.

“Jadi untuk cacar monyet sampai tadi hari ini sudah 28 yang dideteksi. Dari 28 itu, 21 sudah dilaporkan sudah negatif, 1 confirmed, 26 (kasus awal). Masih ada 4 yang lagi tunggu hasil, dua dari Makassar dan dua lagi di DKI (Jakarta),” kata Maxi kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/8/2022).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Maxi menyebut total ada 26 orang yang terdeteksi terkait suspek kasus cacar monyet. Dia mengatakan 21 di antaranya negatif cacar monyet, 1 kasus terkonfirmasi positif, dan 4 orang masih menunggu hasil.

“Jadi untuk cacar monyet sampai tadi hari ini sudah 26 yang dideteksi. (Dari) 26 itu, 21 kan sudah dilaporkan discarded, 1 confirmed, kemudian berarti ada 4 yang masih nunggu hasil. Dua di Makassar dan dua lagi di DKI,” ujarnya.

Maxi juga menjelaskan satu pasien positif cacar monyet di Jakarta kini kondisinya cukup bagus. Menurutnya, kondisi pasien cenderung stabil.

“(Satu kasus terkonfirmasi) sudah sembuh, sudah bagus monkeypox-nya. Belum kita ambil hasil (tes terbaru), tapi kalau dari sisi gejalanya sudah bagus,” ujar Maxi.

Status 2 Pasien Suspek di Jakarta

Dinkes DKI menyampaikan status dua warga suspek merupakan yang kontak erat dengan pasien cacar monyet pertama di RI. Berdasarkan hasil PCR, satu warga kontak erat negatif cacar monyet.

“Ada dua kontak erat dari kasus positif yang diperiksakan PCR, di mana satu orang negatif dan satu lagi masih proses pemeriksaan,” kata Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinkes DKI Jakarta dr Ngabila Salama kepada wartawan saat dimintai konfirmasi terpisah.

Salama mengatakan sejauh ini ada 18 terduga yang sudah diperiksa PCR monkeypox atau cacar monyet di Dinkes DKI. Sampel 18 warga itu dikirim ke laboratorium Kemenkes sejak 20 Mei 2022.

Dari hasil laboratorium Kemenkes, satu di antaranya terkonfirmasi terjangkit cacar monyet. Saat ini pasien tersebut tengah menjalani isolasi mandiri.

“Isolasi di rumah. Semua terkendali dan terpantau selalu,” paparnya.

Lalu Salama mengatakan 12 warga berdasarkan hasil PCR dinyatakan negatif. Lalu ada lima suspek yang sedang dalam proses pemeriksaan PCR.

(idn/imk)