Status Facebook Nyaris Picu Tawuran Pelajar Purwokerto

status facebook nyaris picu tawuran pelajar purwokerto

PURWOKERTO-Ejekan lewat jejaring sosial, nyaris berbuntut aksi tawuran antar pelajar beberapa sekolah menengah kejuruan di Purwokerto. Aksi gerudug sekolahan, diawali sebuah postingan bernada menghina di jejaring sosial facebook.

Kapolsek Purwokerto Timur AKP Abdul Rojak melalui Kanit Binmas AKP Sri Wahyuni mengatakan, awalnya ada postingan dari akun Arya, salah seorang pelajar SMKN 2 Purwokerto. Dalam postingan itu, nada kasar dan olok-olok diarahkan ke SMK Widya Karya, SMK 75 1 dan SMK 75 2.

dapat pembinaan tiga oknum pelajar dari sekolah menengah kejuruan di purwokerto mendapat pembinaan di mapolsek purwokerto timur.DAPAT PEMBINAAN : Tiga oknum pelajar dari sekolah menengah kejuruan di Purwokerto, mendapat pembinaan di Mapolsek Purwokerto Timur.

“Oknum pelajar SMK 75 1, SMK 75 2 Purwokerto dan SMK Widya Karya Purwokerto sempat mendatangi SMKN 2 Purwokerto. Mengetahui hal ini, kami langsung mendatangi lokasi dan mencari akar permasalahan,” ujar dia.

Saat dikonfirmasi, ternyata siswa yang disangka menulis postingan di facebook, tidak mengakui perbuatannya. Untuk mencegah terjadinya kekerasan antar pelajar, para siswa dari sekolah-sekolah tersebut dipanggil ke Mapolsek Purwokerto Timur.

“Perwakilan pelajar SMK tersebut, selanjutnya diberikan pembinaan dan penyuluhan di Polsek Purwokerto Timur. Masalah tersebut dapat diselesaikan, baik melalui mediasi di SMKN 2 Purwokerto oleh Kanit Intelkam maupun di Mapolsek Purwokerto Timur,” jelas AKP Sri Wahyuni.

Dia menghimbau para pelajar untuk bersikap cerdas sebagaimana kaum terpelajar. Menurut dia, seharusnya media sosial dimanfaatkan untuk hal-hal positif, bukan untuk mengolok-olok dan menyerang pihak lain secara verbal.

“Dalam menyikapi postingan semacam itu, pelajar harus cerdas dan tetap berkepala dingin, tidak mudah terpancing emosi sampai berbuat kekerasan. Kejadian ini harus menjadi pelajaran, agar di kemudian hari tidak sampai terjadi peristiwa serupa,” pungkas Kanit Binmas. (mif)

Sumber:

Status Facebook Nyaris Picu Tawuran Pelajar Purwokerto

status facebook nyaris picu tawuran pelajar purwokerto

PURWOKERTO-Ejekan lewat jejaring sosial, nyaris berbuntut aksi tawuran antar pelajar beberapa sekolah menengah kejuruan di Purwokerto. Aksi gerudug sekolahan, diawali sebuah postingan bernada menghina di jejaring sosial facebook.

Kapolsek Purwokerto Timur AKP Abdul Rojak melalui Kanit Binmas AKP Sri Wahyuni mengatakan, awalnya ada postingan dari akun Arya, salah seorang pelajar SMKN 2 Purwokerto. Dalam postingan itu, nada kasar dan olok-olok diarahkan ke SMK Widya Karya, SMK 75 1 dan SMK 75 2.

dapat pembinaan tiga oknum pelajar dari sekolah menengah kejuruan di purwokerto mendapat pembinaan di mapolsek purwokerto timur.DAPAT PEMBINAAN : Tiga oknum pelajar dari sekolah menengah kejuruan di Purwokerto, mendapat pembinaan di Mapolsek Purwokerto Timur.

“Oknum pelajar SMK 75 1, SMK 75 2 Purwokerto dan SMK Widya Karya Purwokerto sempat mendatangi SMKN 2 Purwokerto. Mengetahui hal ini, kami langsung mendatangi lokasi dan mencari akar permasalahan,” ujar dia.

Saat dikonfirmasi, ternyata siswa yang disangka menulis postingan di facebook, tidak mengakui perbuatannya. Untuk mencegah terjadinya kekerasan antar pelajar, para siswa dari sekolah-sekolah tersebut dipanggil ke Mapolsek Purwokerto Timur.

“Perwakilan pelajar SMK tersebut, selanjutnya diberikan pembinaan dan penyuluhan di Polsek Purwokerto Timur. Masalah tersebut dapat diselesaikan, baik melalui mediasi di SMKN 2 Purwokerto oleh Kanit Intelkam maupun di Mapolsek Purwokerto Timur,” jelas AKP Sri Wahyuni.

Dia menghimbau para pelajar untuk bersikap cerdas sebagaimana kaum terpelajar. Menurut dia, seharusnya media sosial dimanfaatkan untuk hal-hal positif, bukan untuk mengolok-olok dan menyerang pihak lain secara verbal.

“Dalam menyikapi postingan semacam itu, pelajar harus cerdas dan tetap berkepala dingin, tidak mudah terpancing emosi sampai berbuat kekerasan. Kejadian ini harus menjadi pelajaran, agar di kemudian hari tidak sampai terjadi peristiwa serupa,” pungkas Kanit Binmas. (mif)

Sumber: