Stok Raskin Cukup Sampai Maret

stok raskin cukup sampai maret

PURWOKERTO – Peraturan pemerintah sebagai dasar penyaluran raskin untuk tahun 2016 belum turun. Sehingga pelaksana di daerah baik Bulog dan Pemkab Banyumas belum bisa melangkah.

Juru Bicara Bulog Sub Divre IV Banyumas, Priyono mengatakan, sampai saat ini belum mendapat bukti penerbitan peraturan pemerintah terkait penyaluran raskin tahun 2016. Dari pengalaman tahun sebelumnya, biasanya menjelang akhir tahun petunjuk dari pemerintah sudah turun, sehingga bisa dijadikan pedoman dalam merencanakan pelaksanaan penyaluran tahun berikutnya.

“Kami masih menunggu peraturan pemerintah mengenai penyaluran raskin tahun 2016. Selama peraturannya belum turun, kita belum bisa menyalurkan raskin,” katanya, kemarin

Dikatakan, jumlah RTS yang akan mendapat jatah raskin biasanya akan tertuang dalam SK Gubernur. Data dalam SK Gubernur mengacu pada peraturan pemerintah yang dikeluarkan. Sedangkan dari pihak Pemkab, nantinya akan diikuti dengan perintah jadwal penyalurannya.

Soal ketersedian stok beras di Bulog Banyumas, Priyono mengungkapkan, stok masih mencukupi kebutuhan penyaluran raskin hingga Maret 2016. Ketersediaan stok, lanjut dia, termasuk stok beras yang diserap Bulog dalam program pengadaan beras premium.

“Jadi tidak ada masalah. Kalau jumlah RTS-nya masih sama dengan tahun 2015, stok beras yang kita miliki masih cukup untuk memenuhi kebutuhan raskin hingga Maret 2016. Kecuali kalau nantinya ada penambahan jumlah RTS,” katanya..

Berdasarkan data selama ini, kebutuhan beras untuk penyaluran raskin di empat kabupaten wilayah eks Karesidenan mencapai 6,25 ribu ton per bulan. Jatah raskin dibagikan pada 415.333 Rumah Tangga Sasaran (RTS), dengan rincian 124.442 KK di Kabupaten Banyumas, 140.943 KK di Kabupaten Cilacap, 96.497 KK di Kabupaten Purbalingga, dan 81.878 KK di Kabupaten Banjarnegara.

Priyono mengakui, sejak akhir Desember 2015 lalu, Bulog Banyumas sudah tidak bisa lagi melakukan penyerapan beras atau gabah petani. “Ini karena sudah tidak ada panen. Musim tanam malah mundur sampai Desember karena dampak kemarau. Dampaknya panen petani juga akan mundur pada Maret-April,” ujarnya. (why/sus)

Sumber: