Survei Indikator: 65,7% Responden Percaya Kapolri Tuntaskan Kasus Ferdy Sambo

Jakarta

Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei persepsi publik terhadap kasus Sambo. Sebanyak 65,7% responden percaya Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dapat menuntaskan kasus tewasnya Brigadir J.

Survei ini dilakukan dalam rentang waktu 11-17 Agustus 2022. Survei ini menggunakan metode random digit dialing (RDD). RDD adalah teknik memilih sampel melalui proses pembangkitan nomor telepon secara acak.

Sebanyak 1.229 responden dipilih secara acak melalui nomor telepon. Margin of error survei diperkirakan ±2.9% pada tingkat kepercayaan 95%, asumsi simple random sampling. Wawancara dengan responden dilakukan lewat telepon. Responden merupakan WNI berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah dan memiliki telepon.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Survei dilakukan beberapa hari setelah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menetapkan Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka. Diketahui Polri menetapkan Ferdy Sambo sebagai tersangka kasus pembunuhan Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J pada 9 Agustus.

Namun, karena survei tersebut dilakukan pada 11-17 Agustus, sehingga beberapa update perkembangan kasus Sambo selanjutnya seperti sidang Etik Ferdy Sambo, gebrakan kepolisian dalam melakukan mutasi anggota Polri, penetapan istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, sebagai tersangka belum terpotret dalam survei tersebut.

Dalam survei itu, responden ditanyai pertanyaan apakah pernah mendengar terkait kasus tewasnya Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J? Hasilnya sebanyak 54,7% menjawab tahu dan 45% menjawab tidak tahu.

Dari 54,7% responden yang mengetahui kasus tersebut, responden ditanyai pertanyaan: Seberapa percaya Ibu/Bapak Kepolisian akan menyelesaikan kasus tewasnya Brigadir J tersebut secara jujur dan adil sesuai prosedur penegakan hukum?… (%). Hasilnya 57,3% responden percaya kepolisian dapat menyelesaikan kasus tersebut.

Berikut ini hasil surveinya:

Sangat percaya 15,6%
Cukup percaya 41,7%
Kurang percaya 28,6%
Tidak Percaya sama sekali 9,5%
Tidak tahu/tidak jawab 4,6%

“Dari 55% warga yang tahu kasus ini, kita tanya seberapa percaya kepolisian akan menyelesaikan kasus tewasnya Brigadir J, karena kita tanyanya setelah Pak Kapolri mengumumkan Irjen FS sebagai tersangka itu tingkat kepercayaan terhadap polisi dalam menyelesaikan kasus ini meningkat total ada 57,3 persen masyarakat yang percaya pihak kepolisian mampu menyelesaikan kasus ini,” kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam YouTubenya Indikator Politik Indonesia, Kamis (25/8/2022).

Burhanuddin mengatakan meskipun kepercayaan terhadap polisi dapat menyelesaikan kasus ini cukup tinggi, tetapi yang tidak percaya juga cukup tinggi sehingga responden tersebut tidak dapat diabaikan.

“Kalau pihak kepolisian tidak mampu membuktikan komitmen menyelesaikan kasus ini bisa jadi trust public yang mulai terbentuk bisa turun lagi,” ujar Burhanuddin.

Burhanuddin mengatakan kepercayaan terhadap Kepolisian kurang lebih sama baik pada kelompok yang tahu atau tidak tahu kasus Brigadir J. Tapi, pada kelompok yang tahu kasus, ketidakpercayaan terhadap Kepolisian signifikan lebih besar ketimbang kelompok yang tidak tahu.

“Semakin tahu masyarakat, semakin kritis sebenarnya. Kalau mereka tahu kasus ini cenderung minta bukti lebih jauh dari Pak Kapolri,” kata Burhanuddin.

Responden juga diberi pertanyaan: apakah tahu atau pernah dengar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan bahwa Kepolisian akan mengusut tuntas kasus tewasnya Brigadir J secara objektif, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan dengan mengedepankan pembuktian ilmiah (scientific crime investigation)?… (%). Sebanyak 73% responden mengaku tahu, sedangkan 27% mengatakan tidak tahu.

Dari responden yang mengaku tahu itu ditanya seberapa percaya dengan pernyataan Kapolri tersebut? Hasilnya:

Sangat percaya 13,8%
Cukup percaya 51,9%
Kurang percaya 22,6%
Tidak percaya sama sekali 6,6%
Tidak tahu/tidak jawab 5,1%

“Kalau kita tanya percaya atau tidak percaya bahwa Pak Kapolri mengatakan pernyataan tersebut, ada 65,7%. Trust terhadap kepolisian itu 54%, tapi trust terhadap Pak Kapolri 65% ada gap di situ jadi mereka lebih percaya terhadap Pak Kapolri sebagai person ketimbang institusi Polrinya,” katanya.

“Artinya, PR buat Pak Kapolri untuk menyatu selaraskan institusi kepolisian, meskipun mereka yang kurang percaya terhadap Pak Kapolri itu sekitar 29% bukan angka yang kecil,” katanya.

(yld/tor)