Tabayun ke Ketum PPP, Waket Majelis Syariah: Rasa Suuzon Saya Hilang

Jakarta

Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa bertemu dengan Wakil Ketua Majelis Syariah PPP KH Afifudin Muhajir, Senin (22/8) kemarin. Dalam pertemuan tersebut Suharso bersama dengan Sekjen PPP Arwani Thomafi dan Sekretaris Majelis Syariah DPP PPP H Chaerul Saleh Rasyid mengklarifikasi beberapa hal.

Suharso menjelaskan duduk perkara mengenai potongan video pidatonya dalam kegiatan ‘Politik Cerdas Berintegritas’ yang digelar KPK. Ia menerangkan secara rinci maksud ucapannya di acara tersebut kepada Kiai Afifuddin Muhajir.

“Video pidato saya itu dipotong dan tidak dimuat dengan utuh. Pernyataan saya merupakan respons terhadap Wakil Ketua KPK Bapak Nurul Ghufron, yang saat itu mengatakan jangan sampai mengubah Ketuhanan yang Maha Kuasa menjadi Keuangan yang Maha Kuasa,” jelas Suharso seperti dikutip dalam keterangan tertulis, Selasa (23/8/2022).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Diungkapkan Suharso, dalam acara tersebut Ghufron mengatakan dengan mengikuti acara Politik Cerdas Berintegritas, diharapkan peserta menetapkan dirinya agar jangan terbawa mengandalkan ‘keuangan yang maha kuasa’ dan meninggalkan ‘Ketuhanan yang Maha Esa’.

Selain itu, lanjut Suharso, ia berusaha menyambungkan dengan apa yang telah dipresentasikan oleh Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat Wawan Wardhiana. Suharso menuturkan Wawan Wardhiana menyampaikan sebuah idiom ‘bukan membenarkan hal yang biasa, melainkan membiasakan hal yang benar’.

“Itu pesan-pesan yang ingin saya tangkap dan ingin saya ulang dan garis bawahi. Sama sekali saya tidak ada maksud untuk menyalahkan siapapun,” kata Suharso.

“Saya akui ilustrasi dalam sambutan itu adalah sebuah kekhilafan dan tidak pantas saya ungkapkan,” jelasnya.

Setelah mendengar penjelasan dan klarifikasi dari Suharso Monoarfa, KH Afifudin Muhajir yang juga Wakil Rais Aam PBNU ini mengaku lega dan dapat menerima klarifikasi yang disampaikan.

“Semula saya suuzan , namun setelah mendengar penjelasan dari Pak Harso, saya bisa menerima penjelasannya. Rasa suuzan saya hilang. Kalau begini kan jadi jelas,” ucap Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo itu.

Kiai Afifuddin menyarankan agar penjelasan Suharso ini disampaikan ke seluruh pengurus PPP tingkat DPC dan DPW PPP serta para kiai, agar masalahnya menjadi terang dan tidak lagi menimbulkan buruk sangka sesama kader.

“Seharusnya Pak Harso menyampaikan penjelasan ini secara utuh kepada pengurus PPP seperti yang disampaikan kepada saya. Agar tidak ada lagi polemik lagi,” saran Afifudin.

Simak Video ‘Dipolisikan Terkait ‘Amplop Kiai’, Suharso: Itu Kesalahpahaman!’:

[Gambas:Video 20detik]

(akn/ega)