Tahun Ini 800 Siswa Purwokerto Bakal Terima BOP

tahun ini 800 siswa purwokerto bakal terima bop

Khusus Untuk Program Kesetaraan

PURWOKERTO – Pemerintah pusah bakal menyalurkan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP). Tahun ini, sebanyak 800 siswa dari program kesetaraan bakal mendapatkan BOP. Bantuan untuk jenjang paket A, B dan C tersebut berbentuk pelatihan kecakapan hidup.

siswi smkn 1 kota jambi mengerjakan un di hari terakhir, rabu (16/4). foto eddy junaedy/jambi independent
Siswi smkn 1 kota jambi mengerjakan un di hari terakhir, rabu (16/4). Foto eddy junaedy/jambi independent

Kepala Seksi PAUD dan Kesetaraan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas Tri Asih Kartikowati mengatakan, BOP untuk kejar paket A mendapat alokasi sebesar Rp 970 ribu per tahun. Untuk kejar paket A, kuota diajukan oleh pusat sebanyak 100 orang atau 10 kelompok.

Untuk kejar paket B dianggakan sebesar Rp 1,4 juta per tahun untuk 200 orang atau 20 kelompok. Sementara untuk BOP kejar paket C akan dibagikan untuk 500 orang atau 20 kelompok masing-masing Rp 1,4 juta per tahun.

“Untuk paket A dan B, setiap kelompok berisi 10 orang. Sedangkan untuk paket C setiap kelompok terdiri dari 25 orang,” katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, sesuai jadwal BOP akan dicairkan pada bulan Agustus. Saat ini pihaknya baru mengajukan ke pemerintah pusat. Namun dipastikan 800 peserta didik akan mendapat dana bantuan pelatihan, sebab dari pusat sudah memberikan kuota.

“Tinggal menunggu dana cair saja, ini karena pengajuan sudah kami lakukan,” ujarnya.

Menurut Tri Asih, dana BOP yang diberikan merupakan anggaran dari Program Indonesia Pintar (PIP) untuk pendidikan non formal. Seperti pelatihan keterampilan, kursus dan pelatihan kecakapan hidup lainnya. Jika pendidikan formal, PIP dalam bentuk Kartu Indonesia Pintar (KIP), sementara PIP untuk pendidikan non formal (kejar paket/lembaga kursus/pelatihan) dalam bentuk program kegiatan.

“Intinya program ini sebagai wadah untuk membekali keterampilan mereka. Jadi bentuknya mau seperti apa, tinggal disesuaikan saja dengan kebutuhan di masing-masing lembaga,” terangnya.

PIP untuk pendidikan non formal lanjut dia, tidak hanya dalam bentuk BOP. Namun ada beberapa dan bantuan khusus untuk pembekalan keterampilan siswa. “Muaranya tidak lain agar mereka bisa mandiri setelah merampungkan pendidikan kejar paket,” tuturnya. (ida/sus)

Sumber: