Tak Ada RDTRK, Pakai RTRW

tak ada rdtrk, pakai rtrw

purwokerto copyPURWOKERTO – Pembahasan Raperda Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTRK) Purwokerto yang masih cukup alot, tidak berpengaruh pada perkembangan investasi. Bahkan belum adanya Perda RDTRK memberikan kelonggaran bagi para investor dalam melakukan investasi.

Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan (BPMPP) Kabupaten Banyumas Asis Kusumandani mengatakan, meski RDTRK belum ditetapkan, investasi masih cukup berkembang. Dari data investasi sepanjang tahun 2015 lalu, realisasi investasi mencapai 258 persen dari target investasi di awal tahun.

“Karena belum ada RDTRK, maka untuk acuan investasi menggunakan aturan di atasnya, yaitu Perda Nomor 10 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW),” katanya.

Menurutnya, dalam RTRW juga diatur berkaitan dengan zona tata ruang kota. Hal itu akan menjadi dasar program pembangunan, baik dari pemerintah maupun dari pihak swasta (investor).

Dijelaskan, dalam Perda RTRW juga diatur arahan pemanfaatan ruang, terutama terkait peruntukkan bangunan yang akan dibangun. “RTRW kan aturan globalnya. Sedangkan RDTRK akan lebih spesifik lagi, termasuk detail-detailnya. Jadi pada dasarnya tidak berpengaruh pada investasi selama masih mengacu pada RTRW,” jelasnya.

Dari data selama tahun 2015, realisasi investasi mencapai Rp 605 miliar. Jumlah tersebut cukup meningkat jika dibandingkan target investasi yang mencapai Rp 203 miliar.

Menurut Asis, jumlah tersebut berasal dari 1.123 perusahaan atau investor yang menanamkan investasinya di Banyumas. Baik dalam bentuk bangunan hotel, ruko, hingga rumah makan dan restoran.

Bahkan selama tahun 2015 lalu, jumlah tenaga kerja yang terserap mencapai 13.518 orang, dari 6.270 tenaga kerja yang ditargetkan. (bay/sus)

Sumber: