Tak Jadi Masuk Bui, Letjen (Purn) Djadja Suparman Masih di Rumah

Jakarta

Letjen (Purn) Djadja Suparman tidak jadi masuk bui pada 16 Juli kemarin. Sampai hari ini, dia masih berada di kediamannya.

“Di rumah,” kata Djadja Suparman kepada detikcom, Jumat (22/7/2022).

Djadja Suparman adalah mantan Panglima Komando Daerah Militer V/Brawijaya, menjabat pada 1997-1998. Dia berkasus tukar guling tanah pembebasan lahan tol di Waru, Sidoarjo, Jawa Timur, yang urutannya sudah berawal sejak 1998.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dua pekan lalu, Djadja mengabarkan dia bakal dieksekusi masuk Lembaga Pemasyarakatan Militer Cimahi tanggal 16 Juli 2022. Lantas kenapa sekarang masih di rumah?

“Masih panjang dramanya. Mereka mau pindahkan saya ke lapas (lembaga pemasyarakatan) umum,” ujarnya.

“Aneh juga tuh, pengadilan militer masuk ke lapas umum, (itu) sudah melanggar UU Pidana Militer,” kata Djadja.

Sebagaimana diberitakan detikcom, Djaja Suparman menerima Rp 17,6 miliar dari PT Citra Marga Nusaphala Persada (CNMP) pada awal 1998. Uang itu digunakan untuk membeli tanah 20 hektare di Pasuruan, merenovasi markas batalion di Tuban, dan mendirikan bangunan Kodam Brawijaya di Jakarta.

Sisanya, Rp 13,3 miliar tidak bisa dipertanggungjawabkan. Maka Djaja didakwa korupsi uang negara Rp 13,3 miliar.

Pada persidangan 27 September 2013, ketua majelis hakim Letnan Jenderal Hidayat Manao menyatakan Djaja terbukti melanggar Pasal 1 ayat 1 A juncto Pasal 28 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1971 dalam dakwaan primer, serta Pasal 1 ayat 1 B Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1971 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Pada Selasa (5/7) pekan lalu, Djadja menyatkaan siap menjalani hukuman. “Saya siap masuk Lembaga Pemasyarakatan Militer Cimahi tanggal 16 Juli 2022. Mereka ingin saya mati di penjara!” kata Djaja dalam siaran pers kepada wartawan lalu. Ternyata hari ini, 22 Juli, dia masih di rumah.

Dilansir detikJabar, Djadja akan mengajukan peninjauan kembali (PK) atas vonis majelis hakim pengadilan militer pada 2013 silam.

Simak juga ‘Tim Gabungan Olah TKP Lanjutan Kasus Penembakan Istri TNI’:

[Gambas:Video 20detik]

(dnu/asp)