Terkuak! Kecurangan Penjaringan Perangkat Desa di Karanggintung

sibnews.info, Banyumas – Kisruh terkait kegiatan Penjaringan Perangkat Desa Karanggintung, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas makin meruncing.

Tidak main-main, puluhan peserta yang tidak lulus akibat dari kecurangan tersebut, tak henti menyuarakan aspirasinya. Dimulai dengan menemui langsung Kepala Desa di rumahnya, berlanjut menemui Camat di kantornya, mediasi dengan Panitia pelaksana, hingga melayangkan surat aduan dengan dilampiri surat mosi tidak percaya. Namun dari upaya tersebut belum juga mendapat titik terang.

Organisasi Masyarakat Pemuda Pancasila (PP) Ranting Karanggintung dan LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) tergerak untuk memberikan ‘support’ atas ketidakadilan yang ada di daerahnya. Sebanyak 80an orang anggota PP dan 50an orang anggota GMBI bergerak bersama perwakilan peserta menuju kantor Pemerintah Desa Karanggintung, Selasa (21/6/2022), untuk melakukan audiensi.

Lagi-lagi, audiensi yang seharusnya bisa memberikan jawaban melegakan, ternyata masih mengambang dengan tidak hadirnya Kades, Camat dan Panitia. Audiensi dihadiri oleh Kapolsek Sumbang, Danramil, Sekcam, Kasie Pemerintahan kec dan BPD.

“Kami mengapresiasi rekan-rekan dari Pemuda Pancasila dan GMBI. Tujuan kita sama, demi kebaikan. Perlu kami sampaikan bahwa peserta yang lolos sudah mengundurkan diri,” terang Kuncono, kasie pemerintahan.

Baca juga : Kisruh! Penjaringan Perangkat Desa Karanggintung Terkesan Janggal

20220621 095104

Tidak puas dengan informasi yang disampaikan, Ian, salah satu anggota Pemuda Pancasila menyampaikan kekecewaannya.

“Kami ormas Pemuda Pancasila dan rekan-rekan dari GMBI bersinergi. Kami merasa tidak pernah ada perhatian dari Pemerintah Desa. Jangan hanya melihat kejelekkannya, kami pun siap membantu dan bersinergi untuk kepentingan desa. Sekarang kami hadir akibat dari pembiaran atas ketidakadilan,” tegas Ian.

Terkait pengunduran diri, lanjut Ian, kami perlu bukti fisik, bukan hanya lisan.

“Kami kecewa. Seharusnya Kades, Camat, Panitia dan peserta yang lolos hadir di sini. Ada konsekuensi dari peserta lolos yang mengundurkan diri, karena kegiatan penjaringan perangkat desa dilaksanakan menggunakan anggaran negara,” tandas Ian.

20220621 094533

Menanggapi permintaan bukti fisik surat pengunduran diri, Kuncono menyarankan untuk menemui Kades.

“Alasan peserta lolos yang mengundurkan diri karena ingin fokus menekuni pekerjaannya yang sekarang di BPN. Sedangkan untuk bukti fisik surat pengunduran diri, saya tidak punya kewenangan itu, silakan menemui kades langsung,” ujar Kuncono.

20220621 095915

Kapolsek Sumbang, AKP Dwi Nugroho SH mengharapkan dari hasil pertemuan ini, semua yang hadir bisa memahami apa saja yang sudah disampaikan.

“Setelah pertemuan ini saya berharap kita semua sudah paham. Sudah dijelaskan, intinya bakal ada proses penjaringan lagi sesuai mekanisme dan perundang-undangan yang berlaku. Kami akan mengawal prosesnya dan berharap tidak akan ada gesekan apapun serta kondusif,” jelas kapolsek.

20220621 100029

Senada dengan Ian, Eka Wisnu, KSM GMBI Kec. Sumbang juga merasa kecewa dengan hasil audiensi yang tidak tuntas.

“Dari awal kami sudah menyampaikan langsung kepada Kades, bahwa ada ketua panitia yang anaknya ikut dalam proses penjaringan, kami anggap tidak fair. Sementara kades menyatakan dilema, tapi tidak menindaklanjuti apa yang sudah kami sampaikan,” terang Wisnu.

Menurut analisa kami, lanjut Wisnu, bakal terjadi kecurangan dalam pelaksanaannya nanti.

20220621 100232

“Benar saja, peserta yang berhasil lolos hanya 1 orang dengan hasil nilai spektakuler, yang notabene peserta tersebut adalah anak dari ketua panitia. Bukan sekedar curiga, kami pun sudah mengantongi bukti akurat terkait soal yang dibocorkan oleh pihak panitia kepada salah satu peserta. Hari ini juga, saya harus bisa bertemu langsung dengan Kades,” tandas Wisnu. (F12)