Terungkap, ABG di Sumsel Dijual Rp 1 Juta Selain Disekap-Diperkosa

Jakarta

Fakta baru ditemukan dalam kasus penyekapanpemerkosaan ABG di Musi Rawas, Sumatera Selatan. Selain disekap dan diperkosa, ABG berinisial IC itu ternyata dijual seharga Rp 1 juta.

Hal itu terungkap usai polisi menginterogasi pelaku yang telah tertangkap. Pelaku mengaku telah menjual korban ke lima orang temannya.

“Alhamdulillah satu orang pelaku sudah kita tangkap. Pelaku mengaku telah menjual korban ke lima orang temannya Rp 1 juta,” kata Kapolres Musi Rawas AKBP Achmad Gusti Hartono, seperti dilansir detikSumut, Kamis (21/7/2022).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gusti menjelaskan Reza ditangkap Satreskrim Polres Musi Rawas di bawah pimpinan Kasat Reskrim AKP Dedi Rahmad.

Penangkapan satu dari enam pelaku pada Selasa (19/7) sekitar pukul 19.00 WIB itu, berlangsung kondusif tanpa adanya perlawanan dari pelaku. “Ditangkapnya tanpa perlawanan ya,” kata Gusti.

Penangkapan satu dari enam pelaku pada Selasa (19/7) sekitar pukul 19.00 WIB itu, berlangsung kondusif tanpa adanya perlawanan dari pelaku. “Ditangkapnya tanpa perlawanan ya,” kata Gusti.

Gusti mengaku, agar kasus ini terungkap terang benderang, pihaknya juga akan memeriksa pemilik kos, tempat dimana korban disekap tersangka.

Hal itu dilakukan salah satunya untuk mengungkap apakah benar uang hasil tersangka menjual korban ke lima rekannya Rp 500 ribu itu, memang dibayarkan tersangka untuk iuran kos, atau kepentingan lainnya. Termasuk mengidentifikasi keberadaan pelaku lainnya.

“Pemilik kos tersebut belum kita periksa, tapi rencananya akan kita mintai keterangan secepatnya,” kata Gusti.

Identitas kelima pelaku, yang merupakan teman dekat tersangka Reza, juga telah dikantongi polisi. Menurutnya, kejadian ini memang sengaja direncanakan Reza sejak awal karena terhimpit kebutuhan membayar kos.

“Identitas pelaku lainnya sudah kita kantongi, sedang dikejar. Untuk tersangka ini (Reza) sengaja memancing korban, dia sudah merencanakan ini dari awal dengan alasan tidak punya uang membayar kosan,” jelas Kapolres.

(eva/zap)