Tes CPNS, 21 Komputer Tidak Konek Server

tes cpns, 21 komputer tidak konek server

tes cpns banyumas
Hari pertama tes SKD, tes sesi pertama molor. AAM/RADARMAS

PURWOKERTO-Hari pertama seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahap awal tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) di Gor Satria, Senin (29/10) diwarnai tidak terhubungnya 21 unit Personal Computer (PC). Server yang belum benar-benar dingin karena genset awal belum menyala menjadi penyebabnya.

“Tadi ada sedikit kendala. 21 unit PC yang tidak terhubung, jadi yang 21 orang ini daripada menunggu terlalu lama kita ikutkan ke sesi yang berikutnya, ” urai Sekda Banyumas, Wahyu Budi Saptono.

Dia menambahkan antara satu unit PC dengan yang lain saling terkoneksi. Penggunaan satu server pada sesi pertama juga cukup berpengaruh terhadap kendala tersebut. “Jadi semuanya saling mendukung. Kebetulan tadi genset di awal belum menyala sehingga server butuh dingin. Pada sesi kedua kita akan gunakan dua server supaya beban tidak terlalu berat, saat sesi pertama kita hanya menggunakan satu server, ” terangnya saat dikonfirmasi.

Baca:
Hasil Tes SKD CPNS Langsung Diketahui

Dia mengaku bangga Banyumas dapat menjadi venue tes CPNS kali ini. Ada 9 kabupaten yang melangsungkan tes SKD di kabupaten Banyumas dengan total 44 ribu peserta.

“Untuk tes mulai hari ini sampai 17 November. Ada 9 kabupaten kota yang tes disini yaitu : Purbalingga, Cilacap, Brebes, Tegal, Kota Tegal, Pemalang, Kota Pemalang, Pekalongan, dan dari Banyumas,” paparnya.

Peserta dari Banyumas ada 5.076. Mereka akan bersaing untuk mengisi 700 lebih formasi yang ada. Dari 470 peserta ujian sesi pertama ada 6 orang yang tidak hadir.”Untuk sesi pertama dari 470 berangkat 464. 6 peserta tidak berangkat, ” ujarnya.

Sementara itu Achmad Supartono, kepala BKDD Banyumas menyebutkan Banyumas tergolong baik dalam penyelanggaraan dibandingkan dengan daerah lain. “Kita termasuk baik dalam segi penyelenggaraan. Kita saja semua laptop yang digunakan baru, ada 505 laptop dan itu baru semua, ” imbuhnya.

Pihaknya juga menyediakan satu unit mobil ambulance beserta tenaga medis. Ini menjadi salah satu upaya dalam mendukung pelaksanaan tes SKD agar berjalan lancar.

“Sejauh ini belum ada yang sakit. Tapi kita sudah siapkan satu mobil ambulans dan empat orang tenaga medis jika ada peserta yang memerlukan pertolongan medis, ” katanya.

Aditya Sasongko salah satu peserta dari Sumpiuh mengatakan secara fasilitas sudah cukup baik. Hanya saja dia menyarankan agar jaringan internet diperkuat. Dia juga menyebut tidak terhubungnya 21 PC cukup membuat panik.

“Secara fasilitas sudah baik. Untuk PC yang tidak connect sebenarnya tidak mengganggu saya, tapi bagi yang belum pernah mengikuti tes SKD cukup membuat panik dan khawatir,” ujarnya.
Dia juga menyayangkan waktu tes SKD tidak berjalan sesuai jadwal di sesi pertama. Dalam tes kemarin sendiri, selama satu hari dibagi menjadi empat sesi.

“Saya dari Sumpiuh berangkat jam setengah lima pagi. Dijadwal itu mulai jam 08.00. Tapi mulai 09.30. Tadi mundur dari jadwal, ” pungkasnya. (aam)

Sumber: